Elegan, Gaya “Tampar Lawan” Ala SBS

624

BETUN,fokusnusatenggara.com- Bicara soal Stefanus Bria Seran, sosok pencetus Program Revolusi Pertanian Malaka (RPM) yang kerap disapa SBS ini, seolah tidak pernah kehabisan bahan.

Dalam setiap orasi politik, SBS kerap sisipkan quote, atau kutipan sederhana penuh makna. Kutipan-kutipan tersebut sering menganggu psikologi lawan, mengundang banyak tafsir dan memaksa siapapun berpikir guna menganalisanya.

Intonasinya sangat teratur. Pilihan diksinya juga tepat, dibalut dengan narasi yang sangat baik, yang berujung pada pesan damai.

Seperti hari ini, Senin, 19 Oktober 2020, saat SBS bersama Wendelinus Taolin, calon wakil bupatinya, yang dikenal dengan Paket SBS-WT, laksanakan kampanye pertemuan terbatas di Dusun Petes, Desa Forekmodok, Kecamatan Weliman. Kabupaten Malaka, Provinsi NTT.

Suami dari Beatrix Tae Bria ini kembali keluarkan quote, terkait ajakan menjaga perilaku di masa kampanye Pilkada Malaka tahun ini.

” Kalau Saya Menjelekan Orang Lain, Maka Sama Dengan Saya Berdiri Di Atas Bangkai. Kelihatan Tinggi, Tapi Badan Saya Bau, Sebab Dikelilingi Bangkai-Bangkai”. itulah kutipan edukatif SBS.

Kutipan yang disampaikan SBS hari ini, mengajarkan kita bagaimana bersikap adab dan santun.  Dalam “menjual diri” kita di kontestasi Pilkada, harus cerdas memilih kalimat untuk kampanye.

Selain mengajak seluruh masyarakat Malaka hingga penantang untuk tetap menjaga lisan dalam kampanye damai, SBS  mengajak kita untuk tidak menjelekan satu sama lain, bahkan cenderung dan tidak lakukan kampanye hitam dan negatif.

Sangat Menohok quote dalam pernyataan politik SBS hari ini. Hal yang sangat sederhana, yang mungkin kita  sudah diajarkan sejak lahir hingga bertumbuh sebagai manusia dewasa.

Jangan Menjelekan Orang Lain. Itu pesannya. Bagi kaum intelektual yang sudah pernah “makan” bangku sekolah, apalagi sampai pendidikan tinggi, pasti paham benar dengan pesan ini. Sangat keterlaluan dan tidak berperasaan, apabila kita kaum intelek tidak paham akan pesan ini bahkan terkesan bodoh.

Cerdas dan sangat elegan pilihan kata Alumnus Boston University, USA ini. Saya tidak akan heran, sebab Amerika dengan peradaban tinggi sebagai kiblat SBS menuntut ilmu, tentu memberikan pencerahan bagi pola dan cara beradab dalam menjaga lisan dan tutur, disertai didikan orang tua, untuk saling menghargai antar sesama.

Cara “Menampar Lawan” ala SBS sangat cerdas, bahkan sangat mematikan bagi lawan.  Dalam tahun politik ini, SBS bagai paket yang begitu komplit.

Paket dengan satu kemasan yang dibentuk dari capaian program kerja yang baik, pembuat sejarah, kemampuan mumpuni dalam memimpin, serta pintar menempatkan diksi dalam narasi, menjadi “kerangkeng politik” bagi lawan untuk bergerak. Lawan mulai kehilangan arah dan konsep. Yang tersisa akhir-akhir ini, hanya isu sampah yang didaur ulang.

Ini Kampanye Politik, yang dalam pengertian lain adalah Seni Bermain Diksi. Saat ini, Sebagai lawan SBS, anda harus menemukan cara kampanye yang lebih elegan,  untuk bisa bertarung secara adab dan terhormat melawan SBS. Bagi  SBS, dirinya memilih untuk tidak “Berdiri Di Atas Bangkai”. Sedangkan anda berada dimana? ++++

Oleh : Jeffry Taolin, Jurnalis asal Kabupaten Malaka, Tinggal di Kecamatan Io Kufeu.

Comments
Loading...