Disaat Benny K Harman Menjawab Asa Buruh Pelabuhan Waikelo

0
1368
Loading...

TAMBOLAKA,fokusnsuatenggara.com- Kamis, 15 Maret 2018, suhu udara di Kota Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kurang bersahabat. Panas terik matahari benar-benar mencapai puncaknya. Namun demikan, Mustafa terlihat santai seolah panas terik matahari adalah sahabat karib dia.

Peluh bercucuran dari pelipis dan wajah Mustafa. Dengan napas terengah, dirinya memanggul karung yang beratnya bisa ditaksir 50 kilo gram lebih. Tanpa bersungut, dia terus saja memanggul. Bagi Mustafa profesi sebagai tukang panggul barang di Pelabuhan Waikelo, SBD sudah dilakoni ayah 3 orang ini selama 15 tahun.

“ Saya sudah biasa kerja gini. Bahkan sudah 15 tahun saya nafkahi keluarga saya dengan kerja sebagai kuli panggul pelabuhan,” ungkap Mustafa menjawab wartawan yang siang itu bersama rombongan Benny K Harman, Calon Gubernur NTT Nomor Urut Tiga, yang melakukan blusukan ke Pelabuhan Waikelo, guna melihat dari dekat aktifitas kuli panggul dan bongkar muat di daerah tersebut.

Mustafa tidak sendirian, bersaanya ada puluhan orang yang menekuni profesi tersebut. Walau seharinya hanya membawa 70 Ribu Rupiah, bagi Mustafa itu merupaka berkat yang luar biasa, untuk sekedar menyambung hidup dan menafkahi keluarganya.

Kedatangan Benny K Harman, sontak membuat Mustafa dan sesama kuli panggul di Pelabuhan Waikelo hentikan aktifitas mereka. Saling sapa dan berangkulan, membuat BKH akrab dengan para buruh pelabuahn tersebut.

Saat giliran Mustafa bersalaman, sontak ia sampaikan keluhannya. “ Pak, Upah kami disini sangat murah. Bahkan jauh dibawah standar. Kami kerja hanya bisa untuk makan saja,” ungkap Mustafa.

Tanpa melepas tangan Mustafa, dengan menepuk bahunya, Benny K Menegaskan, apabila dirinya terpilih menjadi Gubernur NTT, dirinya berjanji akan mengaji ulang sistim pengupahan di Pelabuhan Waikelo dan seluruh pelabuhan di NTT agar semuanya standar.

“ Saya berjanji, apabila saya terpilih jadi Gubernur NTT, satu persoalan yang akan saya atasi secepatnya adalah soal standar pengupahan buruh pelabuhan. Semua harus diberlakukan sama. Selain itu saya akan basmi sistim calo dengan memeras keringat para buruh, tapi upah yang diberikan tidak sesuai dengan kerja yang dilakukan,” tegas Cagub Nomor Urut Tiga ini.

Kami siap mendukung bapak tapi bapak tolong perhatikan nasib kami sebagai buruh jika terpilih nanti”, katanya.

Mendapat respon dan jawaban BKH seperti itu, Haji Pua Dau, koordinator Buruh pelabuhan Waikelo, seketika langsung menyatakan bahwa dirinya bersama seluruh buruh serta keluarga mereka siap mendukung dan menangkan Paket harmoni.

“ Kami siap mendukung bapak. Sebab saya kenal pak BKH bukan orang yang suka umbar janji. Apa yang dikatakan tegas akan dilakukan. Selain nasib para buruh, kami minta agar para nelayan tradisional pesisir ini juga bisa diperhatikan dengan alat tangkap yang baru,” ungkapnya.

Menurut BKH, kesejahteraan petani dan nelayan adalah prioritas baginya apabila terpilih menjadi Gubernur NTT mendatang. Bahkan dalam program unggulannya nasib petani dan nelayan diakomodir dalam program Kartu Petani Pintar. Kartu ini berfungsi sebagai identitas petani dan nelayan, agar dimaksimalkan dalam program pemeberian dana bantuan tanpa jaminan, sehingga bisa menambah modal usaha.

“Kami punya program unggulan namanya Kartu Petani Pintar. Kartu ini sebagai identitas para petani, buruh dan nelayan. Dengan kartu ini, para nelayan dan buruh bisa mengases kredit modal tanpa jaminan dan bunga rendah untuk tambahan modal usaha. Kartu ini bisa menjadi data base bagi kami untuk eksekusi bantuan dengan tepat sasaran,” jelas Benny K Harman.  ( Tim MC Harmoni)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here