Di Baranusa, BKH Dianggap Seperti Anak Kandung

0 74

KUPANG,fokusnusatenggara.com- Baranusa, desa kecil di Pulau Pantar, Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT), ternyata bukan tempat asing bagi Benny K Harman (BKH). Calon Gubernur NTT yang berpasangan dengan Benny Litelnoni ini, rupanya sangat akrab dengan masyatakat setempat. Bahkan oleh masyarakat Baranusa, BKH sudah dianggap seperti anak kandung.

Beberapa waktu lalu, BKH sempatkan diri mengunjungi Baranusa. Dalam suasana sederhana penuh keakraban, BKH diperlakukan layaknya anak kandung. “ Terima kasih, seiizin Tuhan pa Benny bisa ada di rumah kami, kami punya anak datang”, ungkap Haji Being Koli Hobol, Sesepuh dan tokoh masyarakat Baranusa, saat menyambut kedatangan BKH.

Dalam silaturahmi tersebut, BKH menyampaikan niatnya, sekaligus meminta restu untuk bertarung dalam Pilgub NTT Juni 2018 mendatang.

Mendengar hal tersebut, Haji Being Koli Hobol, mengatakan bahwa dirinya dan para sesepuh Baranusa yang hadir merasa tersanjung, bahkan menegaskan kali ini Gubernur NTT akan menjadi milik BKH. Pasalnya, banyak politisi yang akhir – akhir ini melupakan adat istiadat, namun BKH tetap santun walau masih menyandang predikat sebagai anggota DPR RI.

“Anak ini (BKH) tahu adat, datang melalui pintu depan, tidak melalui pintu belakang atau lewat jendela”, ujar Haji Being, sembari matanya berkaca-kaca menahan haru.

Dalam pertemuan singkat itu, seluruh Sesepuh Baranusa berkomitmen untuk tidak lagi membuka ruang bagi kandidat lain.

“Kami terima pa BKH, kami siap dukung dan perjuangkan menuju NTT 1. Dan bagi kami hanya BKH, tidak ada pilihan lain,” tegas Haji Being.

Selain Baranusa, BKH sempat bercengkerama bersama para nelayan di pulau Buaya. Diatas dipan balai-balai, tanpa alas, BKH dan para nelayan duduk bersama tanpa sekat perbedaan.

Dalam kebersamaan itu, para nelayan secara langsung menyampaikan keluhan mereka, dan berharap BKH jadi solusi yang dapat mensejahterakan mereka.

“ Bapak maju saja, kami ada di belakang bapak, tapi pak Benny ingat kami kalau terpilih menjadi Gubernur NTT lima tahun ke depan, dan perjuangankan nasib kami kaum nelayan di Pulau Alor, ” ungkap Haris Djou, nelayan asal pulau Buaya penuh harap. (Do Manlea)

Comments
Loading...