Bupati TTU Dinilai Tidak Punya Etika Politik

0 81

KUPANG,fokusnsuatenggara.com- Tensi politik jelang pelaksanaan Pilkada Gubernur  Nusa Tenggara Timur (NTT) semakin panas. Segala cara dipakai untuk dapat simpati rakyat. Bahkan tidak jarang ada etika politik yang dilanggar. Salah satu contoh adalah Bupati Timor Tengah utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Raymundus Fernandez. Tanpa beban, mantan Ketua DPC PDI Perjuangan TTU ini, menunjukan sikap politik yang tidak santun.

“ Sebagai seorang bupati, Pak Ray harus menjadi contoh dalam memberikan pendidikan politik yang cerdas kepada masyarakat, dengan memposisikan diri sebagai bapak semua masyarakat TTU, bukan secara terang-terangan mengagitasi masyarakat TTU untuk memilih salah satu figur, yang nota bene beliau adalah tim sukses figur tersebut,” ungkap Jhoni Salem, Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten TTU,  2 Februari 2018.

Ungkapan Salem ini tentu sangat beralasan. Pasalnya, selain mengagitasi masyarakat untuk memilih paket Viktory Joss (Viktor Laiskodat dan Josep Naisoi),  Fernandez secara terang-terangan memajang foto dirinya dengan Viktor Laiskodat dalam baliho yang dipasang di Kantor DPD II Partai Golkar TTU.

“ Bagaimana bisa seorang bupati melakukan tindakan demikaian, disaat kondisi masyarakat  TTU masih sangat membutuhkan perhatian beliau. Seharusnya beliau fokus untuk membangun TTU, karna beliau seorang bupati. Bukan dengan aktif menjadi tim sukses dan secara terang-terangan menjukan sikap politik tanpa merasa beban kepada seluruh masyarakat TTU,” jelasnya.

Atas sikap Fernandez ini, menurut Salem, dirinya segera menginstruksikan kepada Faraksi Demokrat untuk segera meminta Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Bupati Ray Fernandez. Selain Demokrat, PKP Indonesia dan PKS, sebagai partai Koalisi Khebinekaan pengusung Paket Harmoni ( Benny K Harman dan Benny Litelnoni), Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, juga sudah mengusulkan hal yang sama.

“ Saya sudah minta teman-teman di fraksi untuk segera agendakan RDP dengan Bupati terkait hal ini. Bahkan PKS dan PKP Indonesia juga sudah setuju untuk langkah ini kami tempuh, agar persoalan ini segera diselesaikan, untuk mendapatkan klarifikasi resmi dari bupati” ungkap Salem.

Berdasarkan cacatan redaksi, Bupati TTU, Raymundus Fernandez, sebelum PDI Perjuangan memutuskan untuk mengusung Marianus Sae dan Emilia Neomleni maju menjadi calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT,  namanya juga masuk dalam usulan ke DPP PDI Perjuangan. Namun setelah putusan keluar yang tidak mengakomodir namanya, Fernandez langsung menyatakan mundur sebagai ketua DPC PDI Perjuangan TTU, dan menjadi Wakil Ketua Tim Pemenangan Paket Viktory Joss yang diusung koalisi Golkar dan Nasdem. ( Je Taolin)

 

Comments
Loading...