Anak Diajak Kampanye, Pendidikan Politik Keliru

  • Bagikan

Seorang kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menggendong anaknya ketika mengikuti kampanye perdana Pemilu 2014 di Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, Minggu (16/3)JAKARTA Okezone.com-Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait tak sependapat dengan dalih pendidikan politik sejak dini pada kampanye yang melibatan anak di bawah umur.

“Tidak ada pendidikan yang bisa diambil. Dalam kampanye syarat dengan ejek-ejekan, kekerasan, kemudian disaksikan oleh anak yang ikut kampanye, itu namanya eksploitasi,” kata Arist kepada Okezone, Selasa (18/3/2014).

Baca Juga :  Mantan Bupati TTU Dukung Paket Harmoni

Karenanya, dia mengimbau kepada masyarakat untuk tidak memilih parpol maupun perseotangan yang melibatkan anak-anak dalam kampanye. Sebab, kata Ariest, sudah jelas diatur dalam ketentuan Komisi Pemilihan Umum (KPU) nomor 15 tahun 2013 tentang Larangan Parpol Melibatkan Anak-Anak. Selain itu mengajak anak kampanye bisa dijerat Undang-Undang No 23 Tahun 2002 pasal 15 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman maksimal lima tahun penjara atau denda Rp500 juta. (ded)Sumber : okezone.com

Baca Juga :  40 Anggota DPRD Kota Kupang Periode 2019–2024 Dilantik
  • Bagikan