NTT Masuk 15 Besar Penyandang Disabilitas

0 57

ulus disKUPANG,fokusnusatenggara.com- Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masuk dalam 15 besar masyarakat dunia yang penduduknya banyak terdapat penyandang disabelitas. Jumlah ini merupakan bagian dari 80 persen yakni 785 juta jiwa jumlah penyandang disabelitas yang terdapat pada negara berkembang. Indonesia masuk didalamnya.

Paulus Manek, Ketua Permata Indonesia, menegaskan hal tersebut dalam workshop beberapa waktu lalu di Hotel Grenia Kupang-NTT. Dia mengatakan, 785 juta orang penyandang Disabilitas merupakan usia produktif 15 sampai 59 tahun.

Menurutnya, Tingkat penyandang disabilitas meningkat secara global karena pertambahan usia dan kondisi kesehatan kronis dan dunia. Penyandang disabilitas merupakan kelompok minoritas terbesar dan semua orang akan mengalami dalam hidupnya seiring bertambahnya usia.

Dirinya menjelaskan, keberadaan kelompok penyandang disabelitas harus dilindungi, dijamin kesamaan hak dan kebebasan mendasar dalam menikmati hidup. Pergeseran paradigma penyandang disabilitas tidak dilihat sebagai obyek belas kasihan tetapi sebagai subyek yang berhak memperoleh haknya membuat keputusan yang bebas.

Ia mengatakan, tahun 2012 terdapat penduduk Indonesia menyandang disabilitas sebesar 2,45 persen peningkatan dan penurunan persentase penyandang diasbilitas di pengaruhi adanya perubahan konsep dan definisi pada susenas 2003 dan 2009 yang masih menggunakan konsep kecacatan, sedangkan susenas 2006 dan 2012 telah memasuki konsep disabilitas walaupun demikian jika kita bandingkan antara. Susenas 2003 dengan 2009 dan susenas 2006 terjadi peningkatan prevalisasi

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Kupang-NTT Ely Wairata menjelaskan, Kota Kupang-NTT sangat konsern dengan masalah pemberdayaan program penyandang disabelitas. Pada tahun 2016 nanti, program kegiatan yangmengedepankan hak kaum disabelitas diantaranya, program pembinaan para penyandang cacat dan trauma, Kegiatan Fasilitasi pemberian bahan makan bagi anak yatim dan orang cacat luar asrama dan dalam asrama.

Selain itu menurutnya,  kegiatan lain yang akan dilaksanakan antaranya, rehabilitasi penyandang cacat dan penyakit kejiwaan, penyedian guru untuk kelas inklusif, pendidikan dan pelatihan bagi penyandang disabilitas, fasilitas alat bantu bagi penyandang disabilitas, rehab bagi penyandang disabilitas dengan syarat teknis tanah milik sendiri dan harus bersertifikat, dan dana pemberdayaan ekonomi 500 juta per kelurahan. (++ed)

Comments
Loading...