ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Mahasiswa TNTC Dapat Pelatihan Ramp Safety dan Security Awarenes

  • Bagikan

tesKUPANG, Fokusnusatenggara – Siswa Timor Nusa Training Center (TNTC) Kupang, yang sedang mengikuti pelatihan Ground Staff, mendapat pelatihan Ramp Safety dan Security Awarenes. Pelaksanaan pelatihan tersebut dimaksudkan agar mahasiswa TNTC lebih mengetahui  sistem keamanan dan keselamatan selama melaksanakan pekerjaan di area bandara khususnya area non publik suatu bandara. Pelatihan ini adalah kerjasama antara TNTC Kupang dan PT. Angkasa Pura I Cabang Bandar Udara El Tari Kupang

Pelatihan yang dilaksanakan selama tiga hari ini, dimulai sejak Sabtu (15/3) hingga Selasa (18/3) mendatang. Berdasarkan siaran pers yang dikirim Humas TNTC, Elliasar Balo kepada redaksi, dalam pelatihan ini TNTC mengundang dua  orang instruktur dari PT. Angkasa Pura I Cabang Bandara El Tari Kupang yang memiliki kompetensi di bidang Ramp Safety dan Security Awareness di PT. Angkasa Pura I yakni Indrata (Operation Departemen Head) dan Muhammad Thaher (Publik Area dan Perimeter Team Leader).

Pelatihan ini ikuti 33 siswa yang saat ini sedang mengikuti pendidikan di TNTC Kupang. Dan TNTC adalah sebuah pendidikan non formal untuk melatih dan mendidik para pemuda untuk siap bekerja sebagai petugas darat atau Ground Staff di bandara. Sehingga nantinya dapat setelah tamat dari pendidikan para siswa sudah dapat mengetahui seluruh aturan yang berlaku di bandara.
Indrata (Operation Departemen Head) mengatakan Pelatihan ini bertujuan agar para siswa TNTC dapat mengetahui sistem keamanan dan sistem keselamatan dalam bekerja di suatu bandara. Karena dalam diklat Ramp Safety ini materi yang dibawakan adalah mengenai keselamatan dan keamanan di bandara yang wajib diketahui oleh semua petugas ground handling.

Baca Juga :  Belajar Dengan Metode Daring, SMAK Giovani Gunakan Empat Aplikasi

“Ini sangat penting sehingga dalam melaksanakan tugasnya, seluruh komponen yang berada di bandara dapat menjaga keamanan dan keselamatan kerja khususnya di area non publik yang tidak bisa diakses oleh public,” tegas Indrata.

  • Bagikan