Demokrat Kabupaten Kupang Rayakan HUT RI Di Beranda Perbatasan

Demokrat Kabupaten Kupang Rayakan HUT RI Di Beranda Perbatasan

- in Pendidikan
466
0
Loading...

KUPANG,fokusnusatenggara.com- Ada yang menarik dengan perayaan HUT RI Ke- 72 oleh jajaran pengurus Partai Demokrat Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kali ini. Biasanya perayaan dipusatkan di Sekretariat Partai Demokrat NTT, namun kali ini berbeda.

Kali ini, Upacara HUT RI ke 72 Tanggal 17 Agustus 2017 dilakukan Partai Demokrat Kabupaten Kupang dari beranda perbatasan Indonesia, tepatnya di Desa Kifu, Kecamatan Amfoang Timur, yang berbatasan langsung dengan Distrik Oecusee, Negara Timor Leste. Selain perayaan upacara, Partai Demokrat Kabupaten Kupang juga melakukan dialog terbuka menyoal soal pembangunan pendidikan di daerah perbatasan.

“ HUT RI kali ini, kami mencoba mengemas kegiatan yang lain dari biasanya. Biasanya kami lakukan upacara seremonial di sekretariat partai, kali ini kami memilih batas wilayah RI dan Timor Leste sebagai tempat pelaksanaan. Tujuannya cuman satu bahwa, kami mencoba membangkitkan semangat nasionalisme dan terus menumbuhkannya  dalam diri masyarakat di sekitar kawasan perbatasan, bahwa NKRI adalah harga mati,” ungkap Winston Rondo, Ketua DPC partai Demokrat Kabupaten Kupang.

Ditambahkannya, dalam dialog tersebut, terbukti masyarakat Kecamatan Amfoang Timur mengeluhkan minimnya sarana pendidikan yang ada. Dari 17 sekolah yang ada, baik itu SD,SMP dan SMA,  sembilan diantaranya masih minim, bahkan tidak ada sarana pendidikan yang menunjang proses belajar mengajar termasuk kekurangan tenaga guru.

Kurangnya tenaga guru, menurut anggota DPRD Provinsi NTT ini, disebabkan oleh dihapusnya tunjangan guru daerah terpencil dan perbatasan oleh pemerintah sekarang. Selain itu, tunjangan guru yang dibiayai oleh Komite sekolah juga sangat jumlahnya sangat kecil, berbanding terbalik dengan jumlah tenaga kontrak yang banyak ketimbang tenaga guru yang berbasis sebagai PNS.

“ Bagaimana mereka mau mengajar kalau tunjangan dan gaji mereka sangat jauh dibawa standar pengupahan. Bahkan dari jumlah Rp. 100.000 per bulan yang harus diterima, itu juga dibayar empat bulan sekali. Ini tentu menjadi soal yang nanti akan kita rekomendasikan kepada pihak pemerintah setempat,” jelas Rondo.

Kondisi ini tidak membuat masyarakat tidak hilang semangat. Dengan swadaya sendiri, masyarakat setempat berhasil membangun tiga unit gedung sekolah darurat yakni SDN Loemanu, SMPN Satu Atap Nunuana serta SMAN 1 Amfoang Timur. Niat ini semata hanya untuk menyelamatkan generasi penerus bangsa ini dari ancaman putus sekolah.

Usai kegiatan Upacara HUT RI dan dialog terbuka soal pendidikan, kegiatan ditutup dengan temu kader Partai Demokrat se kecamatan Amfoang Timur. Temu kader ini sebagai kegiatan politik guna menanamkan doktrin, agar berjuang dengan  semangat untuk merebut kembali kemenangan Partai Demokrat 10 tahun yang lalu. (fatur)

Loading...

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *