Terlalu Banyak Menuntut, PDIP Bisa Kehilangan Jokowi

0 58
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (ketiga kanan) bersama presiden terpilih Joko Widodo (kedua kanan), wakil presiden terpilih Jusuf Kalla (kanan), dan Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani (keempat kanan), hadir pada pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IV PDI Perjuangan di Semarang, Jateng, Jumat (19/9). Rakernas yang diikuti 1.590 kader PDI Perjuangan itu akan berlangsung hingga 21 September mendatang. ANTARA FOTO/R. Rekotomo/Asf/ama/14.
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (ketiga kanan) bersama presiden terpilih Joko Widodo (kedua kanan), wakil presiden terpilih Jusuf Kalla (kanan), dan Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani (keempat kanan), hadir pada pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IV PDI Perjuangan di Semarang, Jateng, Jumat (19/9). Rakernas yang diikuti 1.590 kader PDI Perjuangan itu akan berlangsung hingga 21 September mendatang. ANTARA FOTO/R. Rekotomo/Asf/ama/14.

JAKARTA,fokusnusatenggara.com – Rumor kepindahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dari PDIP kencang berhembus. Hal ini dipicu polemik pelantikan Komjen Pol Budi Gunawan sebagai Kapolri.

Manuver Presiden Jokowi dalam menuntaskan persoalan ini pun hingga kini belum berakhir, diawali dengan membentuk Tim Sembilan untuk menuntaskan polemik KPK-Polri. Dia juga mendadak melakukan pertemuan dengan pentolan Koalisi Merah Putih (KMP) Prabowo Subianto, di Istana Bogor.

Berbagai spekulasi bermunculan kalau Presiden Jokowi bakal meninggalkan partai pendukungnya, yakni PDIP. Meski masih sumir, namun kemungkinan tersebut bisa saja terjadi.

“Tak ada yang tak mungkin, bila Jokowi yakin prospek kariernya lebih cerah di luar PDIP, ia akan menjajaki komunikasi baru dengan kekuatan politik lain,” ungkap Pengamat Politik LIPI Siti Zuhro kepada Okezone, Sabtu (7/2/2015).

Menurut Siti, fenomena kepindahan seorang kader dari partai politik bukanlah hal baru. Tengok saja, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang keluar dari Partai Gerindra, karena diminta mendukung Pilkada serentak.

“Tantangan Parpol saat ini adalah melakukan pelembagaan partai. Pelajaran berharga bagi partai adalah konsisten melakukan pengkaderan agar partai tak kering kader handal. Parpol juga sudah saatnya menghentikan pola rekrutmen spontan dan karbitan,” paparnya. (Sumber : okezone.com–http://news.okezone.com/read/2015/02/07/337/1102842/terlalu-banyak-menuntut-pdip-bisa-kehilangan-jokowi)

 

Comments
Loading...