Terlalu Banyak Menuntut, PDIP Bisa Kehilangan Jokowi

  • Bagikan
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (ketiga kanan) bersama presiden terpilih Joko Widodo (kedua kanan), wakil presiden terpilih Jusuf Kalla (kanan), dan Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani (keempat kanan), hadir pada pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IV PDI Perjuangan di Semarang, Jateng, Jumat (19/9). Rakernas yang diikuti 1.590 kader PDI Perjuangan itu akan berlangsung hingga 21 September mendatang. ANTARA FOTO/R. Rekotomo/Asf/ama/14.
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (ketiga kanan) bersama presiden terpilih Joko Widodo (kedua kanan), wakil presiden terpilih Jusuf Kalla (kanan), dan Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani (keempat kanan), hadir pada pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IV PDI Perjuangan di Semarang, Jateng, Jumat (19/9). Rakernas yang diikuti 1.590 kader PDI Perjuangan itu akan berlangsung hingga 21 September mendatang. ANTARA FOTO/R. Rekotomo/Asf/ama/14.
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (ketiga kanan) bersama presiden terpilih Joko Widodo (kedua kanan), wakil presiden terpilih Jusuf Kalla (kanan), dan Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani (keempat kanan), hadir pada pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IV PDI Perjuangan di Semarang, Jateng, Jumat (19/9). Rakernas yang diikuti 1.590 kader PDI Perjuangan itu akan berlangsung hingga 21 September mendatang. ANTARA FOTO/R. Rekotomo/Asf/ama/14.

JAKARTA,fokusnusatenggara.com – Rumor kepindahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dari PDIP kencang berhembus. Hal ini dipicu polemik pelantikan Komjen Pol Budi Gunawan sebagai Kapolri.

Manuver Presiden Jokowi dalam menuntaskan persoalan ini pun hingga kini belum berakhir, diawali dengan membentuk Tim Sembilan untuk menuntaskan polemik KPK-Polri. Dia juga mendadak melakukan pertemuan dengan pentolan Koalisi Merah Putih (KMP) Prabowo Subianto, di Istana Bogor.

Baca Juga :  Segera Undang Tokoh Papua, Presiden Jokowi: Alhamdulillah, Situasi Sudah Normal Kembali

Berbagai spekulasi bermunculan kalau Presiden Jokowi bakal meninggalkan partai pendukungnya, yakni PDIP. Meski masih sumir, namun kemungkinan tersebut bisa saja terjadi.

“Tak ada yang tak mungkin, bila Jokowi yakin prospek kariernya lebih cerah di luar PDIP, ia akan menjajaki komunikasi baru dengan kekuatan politik lain,” ungkap Pengamat Politik LIPI Siti Zuhro kepada Okezone, Sabtu (7/2/2015).

  • Bagikan