Masyarakat Ende Harus Bangga Dengan Pancasila

0
144

Ende, fokusnusatenggara.com / 1 Juni 2019
Gubernur NTT, Victor Bungtilu Laiskodat menegaskan masyarakat NTT umumnya dan khususnya Ende harus merasa bangga karena Pancasila lahir dari Bumi Ende dibawah pohon Sukun. Dari isi perut bumi Ende inilah nilai –nilai dasar Pancasila itu ditemukan proklamator kita Ir Sukarno.

“ Kita di NTT ini khususnya Kabupaten Ende harus merasa bangga karena Pancasila itu lahir dari perut bumi Ende. Disini nilai –nilai dasar Pancasila itu ditemukan oleh Ir Sukarno. Sekali lagi nilai dasar Pancasila itu bukan ditemukan didaerah lain tetapi dari bumi kita Kabupaten Ende ,” kata Viktor Bungtilu Laiskodat dalam sambutannya saat memimpin Apel Peringatan Hari Lahir Pancasila, Jumat 1 Juni 2019 di Lapangan Pancasila, Kota Ende
Karena itu Gubernur Victor Bungtilu Laiskodat meminta agar warga Ende dan NTT umumnya harus menjadi diri militan dalam berbagai hal termasuk dalam hal berdoa. Untuk itu apapun goyangannya sejumlah provokator nasional yang mau menggoyang keberadaan Pancasila maka warga Ende dan NTT harus berupaya menantang.

“ Saya minta kita warga NTT umumnya harus berada digaris depan mempertahan Pancasila dan NKRI. Kita harus jadi militan dalam tanda petik untuk mempertahankan kedaulatan bangsa dari rongrongan orang –orang tidak bertanggungjawab. Jadi Pancasila dan NKRI adalah harga mati , tegas Viktor Bungtilu Laiskodat.
“Kalau saatnya bekerja yang bekerja sungguh-sungguh dan kalau berdoa juga harus sungguh-sungguh,”kata Gubernur Victor.

Pelaksanaan peringatan Hari Lahir Pancasila di Kabupaten Ende yang dipusatkan di Lapangan Pancasila Ende diikuti oleh Anggota TNI dan Polri juga ASN serta mahasiswa dan pelajar di Kota Ende. Semua peserta upacara mengenakan pakain adat dari berbagai daerah di Indonesia.
Peringatan Hari lahirnya Pancasila di Lapangan Pancasila, Ende, Jumat (1/6/2019) sangat meriah dengan adanya penampilan anggota paduan suara dari SMAK St Petrus Ende yang selain membawakan lagu wajib Indonesia Raya pada saat apel bendera juga membawakan lagu-lagu daerah termasuk Lagu Pancasila yang dibawakan dalam Bahasa Daerah Ende.
Penampilan yang memukau itu mendapatkan aplus dari para undangan dan peserta apel termasuk Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat yang bersama Plt Bupati Ende, Drs Djafar Achmad dan Ketua DPRD Provinsi NTT, Anwar Pua Geno mendatangi anggota paduan suara untuk berfoto bersama.

Seperti diketahui di Kota Ende inilah, Presiden Soekarno yang diasingkan sebagai tahanan politik antara 1934-1938, menemukan perekat bangsa. Dibawah pohon Sukun yang berada dalam rumah pengasingan di Jalan Perwira, pusat kota Ende ini Ir Sukarno merenung dan menemukan nilai –nila dasar Pancasila.
Di kota Ende inilah Ir Sukarno menemukan makna ketuhanan bagi bangsa, kemanusiaan, persatuan Indonesia, kerakyatan, hikmat kebijaksanaan, musyawarah, dan keadilan sosial
Untuk sekedar diketahui sebelum Ir Sukarno datang, Ende adalah ibukota Afdeelingen Flores sekaligus ibu kota Onderafdeelingen Ende. Pluralitas agama, budaya, suku bangsa, sudah ada di Ende. Kemajemukan ini ditambah dengan warna kota Ende sebagai kota perdagangan.

Ketika itu juga di Ende sudah ada pusat misi katolik di Ndona, beberapa sekolah Katolik, Percetakan Arnoldus, Toko Buku Nusa Indah, Biara Santo Yosef, Gereja Katedral, beberapa masjid dan mushola. Pemerintahan Kota Ende sebagai ibu kota Flores serta segenap aktivitas masyarakatnya, saat itu cukup tenang dan kondusif bagi Bung Karno menjalani masa pembuangannya.
Bila berbicara tentang Ir Sukarno, Ende juga tidak bisa dilepas pisahkan begitu saja. Karena di Ende inilah yang telah “menghidupkan” sang Proklamator selama kurang lebih empat tahun ketika sang orator berkharisma tinggi ini dibuang ke Ende oleh kaum Kolonial tepatnya tahun 1934 hingga 1938.
Berbagai kisah menun…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here