Mahasiswa Kupang Asal Papua Demo Minta Refrendum

  • Bagikan

Kupang, fokusnusatenggara.com / 25 Agustus 2019
Mahasiswa asal Papua di Kupang NTT yang tergabung dalam Komite Aksi Solidaritas Untuk Papua NTT (KASPA NTT), Sabtu Soreh 25/8/2019 menggelar Aksi Damai dan Pernyataan Sikap di depan Polda NTT. Dalam aksi ini para mahasiswa asal Papua membawa serta sejumlah spanduk termasuk Bendera Bintang Kejora.

Dalam orasinya Korlap KASPA NTT, Mikhael Mirip meminta Pemerintahan RI menolak sikap rasisme yang berujung peristiwa pengepungan mahasisiwa asal Papua pada 16 Agutus 2018 di asrama Kamasan Papua, Surabaya oleh TNI/Polri, Ormas dan Sat Pol PP. Selain Surabaya peristiwa serupa juga terjadi di Malang, Jawa Timur dalam dua bulan terakhir.
“ Kami minta pemerintah Republik Indonesia harus mengusut tuntas aksi persekusi mahasiswa Papua di Surabaya 16 Agustus 2019 lalu dan di Malang. Karena sampai saat ini belum jelas sikap aparat keamanan mengusut kasus ini ,” teriak Mikhael Mirip disambut yel –yel referendum.

Baca Juga :  Kepergian BJ Habibie adalah Kehilangan Besar

Lebih lanjaut Michael menegaskan bahwa diskriminasi (rasis) merupakan metode kolonial, yang banyak berperan dalam sejarah kolonialisme. Rasisme digunakan sejumlah oknum tak bertanggungjawab di Surabaya dan tempat lainnya hanya untuk menyudutkan dan melanggengkan dominasi atas rakyat Papua.
“Kita mesti menarik garis yang jelas bahwa sebutan ‘Orang Papua Binatang, Monyet’, kemudian dimaki dan dipukul, keluar dari mulut segelintir kelompok ormas reaksioner piaraan militer, penyambung lidah kolonial. Saat ini kolonial Indonesia sedang berusaha merendahkan perjuangan suci Rakyat Papua untuk kebebasan dan kemerdekaan ,” jelas Mikhael Mirip.[sc name=”BACA”]

Baca Juga :  Enam Unit Rumah Dinas Asrama TNI Kuanino Terbakar

Gerakan ini menurut Michael sudah dilaksanakan di seluruh Indonesia.
Dan dengan semua rentetan peristiwa ketidakadilan dan rasisme yang dialami orang Papua selama ini. “ Dengan sejumlah rentetan selama ini kami dari KASPA NTT berasumsi bahwa wilayah Papua dimasukkan kedalam wilayah NKRI hanya karena untuk kepentingan sumber daya alam ( SDA ) semata ,” kata Mikhael Mirip.

  • Bagikan