Sinar Mas Dirikan Politeknik Di Berau Coal

0
22

BERAU, fokusnusatenggara.com, Menjawab kebutuhan tenaga kerja terdidik dengan memprioritaskan potensi setempat, mendorong PT. Berau Coal – yang hari ini genap berusia 36 tahun – mendirikan politeknik pertama di kabupaten tersebut.

“Kehadiran lembaga pendidikan vokasi di bidang pertambangan, yang berasal dari inisiasi perusahaan dan berada persis di sentra pertambangan adalah upaya menjaring potensi setempat, berikut membekali mereka dengan kapasitas yang sesuai dengan kebutuhan industri,” kata Direktur Utama Berau Coal, Fuganto Widjaja saat peresmian Program Pemberdayaan Masyarakat di Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, yang dilakukan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Ignasius Jonan  5 April 2019.

Menurut Fuganto Widjaja, Politeknik Sinar Mas Berau Coal bermula dari diklat berdurasi tiga bulan bagi para lulusan sekolah menengah atas, dan kini bertumbuh menjadi lembaga pendidikan Diploma pertama di Kabupaten Berau, Kalimantan ini.

“ Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah melalui Kementerian ESDM mendorong keterlibatan sektor industri guna berbagi pengetahuan, kompetensi dan kecakapan dalam  menghasilkan sumber daya siap kerja ,” kata Fuganto Widjaja.

Di tahun 2018, politeknik yang dikelola oleh Yayasan Dharma Bakti Berau Coal ini kata Fuganto Widjaja,mendapatkan izin membuka program studi Diploma 4 Teknik Rekayasa Logistik, Diploma 3 Perawatan Mesin Pertambangan serta Diploma 3 Survei dan Pemetaan menggunakan pendekatan dual system yang memadukan pembelajaran sebanyak 30 persen dan 70 persen selebihnya berupa praktik di lingkungan kerja, sesuai kebutuhan industri, dalam hal ini pertambangan. “ Para lulusan nya nanti  akan menyandang, menerima sebuah sertifikat kompetensi sebagai pendamping ijazah ,” kata Fuganto Widjaja

Sementara itu Managing Director Sinar Mas, Saleh Husin mengatakan mengedepankan potensi setempat tak hanya dilakukan pada sumber daya manusia namun menjangkau pula komoditas unggulan. “ Jadi kami tidak hanya konsentrasi pada sumber daya manusia. Tetapi perusahaan juga melakukan praktik budi daya kakao bagi masyarakat sekitar pertambangan ,” kata Saleh Husin.

Saat ini kata Saleh HUsin, tidak kurang dari 367 petani turut terlibat dalam Program Ekonomi Agribisnis Berau Coal, mengelola perkebunan kakao seluas keseluruhan 350 hektare.

“ Ini sebagai upaya mendorong Berau selain sebagai sentra pertambangan dan pariwisata, dapat pula menjadi salah satu pusat budi daya serta produksi kakao nasional. Jadi kawasan pasca tambang tak saja terpulihkan secara lingkungan, namun juga memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat sekitar, secara berkelanjutan  ,” kata Saleh Husin.

Menteri ESDM, Ignasius Jonan dalam sambutannya menganjurkan, sama dengan arahan Bapak Presiden. Bahwa kedepan, kita sebagai bangsa yang memiliki jumlah tenaga kerja besar, harus menciptakan lebih banyak sekolah vokasi.

“ Kita sudah memiliki banyak sekali sekolah umum, tapi kurang memberikan keahlian spesifik, sementara lapangan kerja saat ini sangat membutuhkan keahlian yang spesifik, melalui vokasi. Karena itu Berau Coal diharapkan dapat menggandeng Pemerintah Daerah, untuk mengembangkan dan memperbesar apa yang hari ini kita diresmikan ,” kata Ignasius Jonan.

Menteri ESDM Ignasius Jonan juga mengatakan, inisiatif semacam ini yang dilakukan Berau Coal akan membuka aktivitas ekonomi serta lapangan pekerjaan baru. ” Ini diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat sekitar jika suatu saat kegiatan eksplorasi pertambangan usai ,” kata Ignasius Jonan.

PENULIS : USIF

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here