Warga Desa Naitae Tanam Lamtoro Teramba Dan Kelor Seluas 25 Hektar.

0 64

Kupang, fokusnusatenggara.com / 23 Januari 2020
Bupati Kupang Korinus Masneno mengapresiasi semangat masyarakat Desa Naitae Kecamatan Fatuleu Barat yang memanfaatkan potensi lahan Desa seluas 25 Hektar untuk menanam Lamtoro, Keramba dan Kelor.
“ Saya apresiasi masyarakat Desa ini yang memanfaatkan lahan Desa untuk menanam Lamoro Keramba dan Kelor. Ini menjadi contoh untuk diikuti masyarakat Desa lain di Kabupaten Kupang. Ini tentunya mendukung Program Pemkab revolusi 5 P ,” kata Bupati Kupang Korinus saat saat menyaksikan Kelompok Tani Am Obe Desa Naitae menaman lamtoro, keramba dan kelor ( 18/1).
Dia berharap semangat yang sama dapat diikuti oleh masyarakat lainnya sehingga potensi lahan yang luas dapat dimanfaatkan dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.
“ Saya minta Kepala Dinas PMD dan para Camat untuk memotivasi Kepala Desa lain agar datang belajar melihat dari dekat apa yang dilakukan warga Desa Naitae ini. Aktivitas ini sangat membeikan dampak posotif untuk kesejahteraan yang tercakup dalam program revolusi 5 P ,” jelas Korinus Masneno.

Dia merincikan Revolusi 5 P yakni berkerja secara revolusioner pada bidang pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan kelautan dan pariwisata sangat sesuai dengan potensi yang dimiliki Kabupaten Kupang.

“ Ide kelompok tani Am Oe ini sangat bagus.Memanfaatkan secara baik potensi yang ada akan memberikan hasil nyata bagi kesejahteraan masyarakat itu sendiri. Ini seperti masyarakat di Jawa. Banyak Sarjana Pertanian yang fokus pada bidang pertanian dan akhirnya sukses dan memiliki penghasilan besar. Kelompok tani Am Obe saat panen nanti bakal sukses seperti saudara kita di Jawa,” ujar Korinus Masneno.

Bupati Korinus Masneno pada kesempatan tersebut berjanji akan datang kembali dilokasi lahan Desa Naitae pada bulan Juli untuk meninjau kembali sejauh mana hasil tanam masyarakat sudah berhasil.

“Saya ingatkan masyarakat untuk rawat lahan dan tanaman ini. Bulan Juli dengan diam-diam saya akan tinjau, jangan sampai tidak dirawat dan mati semua. Bapa Camat dan Kepala Desa tolong pantau dan beri dukungan pada masyarakat, jika gagal kalian siap saya beri sanksi antaranya dicopot jabatannya ,” tegas Korinus Masneno memotivasi.

Lebih lanjut dirinya menyatakan dengan menanam lamtoro, teramba dan kelor secara baik pasti akan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. “ Hasil panennya dapat digunakan untuk kebutuhan pakan ternak. Jadi dari segi ekonomis sangat menguntungkan. Inilah yang saya sebutkan memanen beras di puncak gunung ,” ungkap KOrinus Masneno.

Dijelaskannya, di lahan 1 hektar yang ditanami lamtoro dan teramba bisa memenuhi kebutuhan pakan sapi minimal 4 ekor. Dan dan jika 1 kk membeli sapi seharga 4 juta sebanyak 4 ekor, maka dalam beberapa bulan sudah bisa menjualnya lebih kurang 8 juta/ekor.

“ Ini sangat menguntungkan. Karena dengan uang sebanyak 16 juta dari 4 ekor sapi tersebut sudah bisa membeli beras sebanyak 32 karung dan ini sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga setahun. Seementara tanaman kelor sudah teruji memiliki kandungan gizi yang tinggi, bisa dikonsumsi dan bisa juga di jual ,” ujarnya.

Sementara itu Yunus Anin Ketua Kelompok Tani Am Obe Desa Naitae menyatakan sangat mendukung program revolusi 5 P Pemkab Kupang khususnya dibidang pertanian peternakan. Dari 25 hektar lahan yang ditanami, dibagi 5 hektar untuk ditanami kelor, dan 20 hektar untuk ditanami lamtoro-teramba dengan harapan dapat memberikan hasil terbaik bagi masyarakat.

“ kami berharap kegiatan tanam ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan hasil yang memuaskan sehingga pada waktunya dapat dipanen sesuai dengan motivasi yang disampaikan bapak Bupati Kupang ,” kata Yunus Anin.


Reporter: Usif


Comments
Loading...