Wagub NTT Resmikan Jembatan Benenain Semi Permanen

Reporter : Yerem Nahak

33

BETUN,fokusnusatenggara.com- Wakil Gubernur NTT, Josef Naesoi pada Rabu, 9 Juni 2021, meresmikan penggunaan Jembatan Benenain Semi Permanen di Kabupaten Malaka Provinsi NTT, yang putus akibat bencana banjir pada April 2021 lalu.

Peresmian jembatan tersebut, menandai lancarnya serta dibuka kembali akses bagi masyarakat dari Besikama dan sekitarnya, serta jalur Trans Selatan Timor. Bahkan pantauan media ini, kendaraan roda dua dan roda empat sudah bisa melintas dengan nyaman dan aman selepas dibukanya jembatan semi permanen tersebut.

Menurut Wagub NTT, Josef Naesoi, Jembatan yang hari ini resmi digunakan disebut jembatan semi permanen bukan jembatan darurat karena kalau jembatan darurat itu ada kapasitas daya muatnya.

‘Ini jembatan semi permanen, sama kayak rumah, kalau semi permanen itu nyaman hanya belum utuh. Oleh karena itu, supaya ekonominya bisa jalan, masyarakat sudah bisa lewat jembatan yang ada. Saya tidak gunakan istilah jembatan darurat karena itu berarti ada batasnya empat sampe lima ton. Nanti minggu depan, jembatan lama mulai dibongkar dan targetnya bulan oktober sudah selesai dikerjakan” ungkapnya kepada wartawan usai peresmian.

Sementara itu, Maksi Y.E Nenabu, Kepala Dinas PUPR Provinsi NTT seperti yang dikutip dari nttonline.com menjelaskan,  untuk NTT ada 10 jembatan yang putus dan rusak parah akibat bencana beberapa waktu lalu. Namun hanya dua jembatan yang mendapatkan respon dari kementerian PUPR yakni Jembatan Benenain di Malaka dan Jembatan Termanu.

“Dari 10 jembatan kita usulkan itu hanya ada dua jembatan saja yang dapat respon oleh kementerian yaitu jembatan Benenain kabupaten Malaka dan Jembatan Termanu kabupaten Kupang,” katanya.

Menurut Nenabu, Pemerintah Provinsi NTT telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp19 miliar untuk jembatan Termanu yang rusak tergerus banjir hingga mengakibatan transportasi darat yang menghubungkan Fatuleu Barat dengan Amfoang putus total.

“Sedangkan Jembatan Benenain Kabupaten Malaka dari Balai Jalan yang hitung dan nanti mereka yang akan kerja jembatannya. Tapi nanti dari dinas PUPR akan memantau pekerjaan oleh balai jalan pada umumnya,” ujarnya.

Wakil Menteri PUPR Jhon Wempi Wetipo pada April 2021 lalu, sempat meninjau kondisi Jembatan Benenain yang rusak akibat bencana. Bahkan dalam kunjungan tersebut, dirinya memastikan akan segera dibangun baru. Bahkan untuk pelaksananya telah diberikan kepada BUMN PT. Wijaya Karya, perusahan selaku Kontraktor Pelaksana

“Untuk pelaksanaan pekerjaannya akan dibantu oleh BUMN PT. Wijaya Karya dengan metode pengerjaan terlebih dulu baru dihitung total biaya yang dikeluarkan karena ini keadaan darurat bencana,” kata Wamen Wempi.

Jembatan Benenain dengan panjang 295 meter tersebut dibangun sejak tahun 1982 dan pernah direhabilitasi oleh Kementerian PUPR pada tahun 2000 usai terjadi banjir besar. Akibat dari rusaknya jembatan tersebut banyak kendaraan roda empat dari arah Betun menuju Kupang atau sebaliknya, serta dari Malaka Barat dan sekitarnya menuju Betun terhenti di ujung jembatan dan harus melanjutkan dengan berjalan kaki atau kendaraan roda dua.+++advertorial

 

Comments
Loading...