Wagub Apresiasi Kepedulian Astra terhadap Pendidikan di NTT

  • Bagikan

Kupang, fokusnusatenggara.com / 2 Juli 2019.

Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi mengapresiasi kepedulian PT Astra Internasional yang memanfatkan Corporate Social Responsibility (CSR) atau Tanggung jawab Sosial Perusahaan untuk peningkatan mutu pendidikan khususnya di NTT. Pemerintah Provinsi NTT terus berupaya agar semakin banyak perusahaan terlibat dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat NTT.

“Terima kasih kepada Astra yang sudah memberikan CSR kepada provinsi NTT. Sudah pas ini kalau Astra pilih NTT. Saya pastikan, Gubernur dan Wakil Gubernur memberikan dukungan 1.000 persen untuk kegiatan ini. Saya kira kita harus dukung. Bayangkan, kita tidak kasih apa-apa, tapi yayasan ini memberikan bantuan yang sangat besar. Mau mencerdaskan anak-anak NTT,” kata Wagub Nae Soi dalam arahannya saat melepas Guru Muda Indonesia, binaan PT Astra Internasional melalui Yayasan Pendidikan Astra Michael D. Ruslim (YPA-MDR) di ruang rapat Gubernur, Kantor Gubernur Sasando, Senin (1/7).

Baca Juga :  Pemkab Kupang Tuan Rumah PAN INDO HASH Nasional Tahun 2019

Dengan mengusung Program Semangat Indonesia Cerdas, YPA-MDR menghadirkan 14 guru Muda Indonesia untuk ditempatkan di Kecamatan Rote Barat, Kabupaten Rote Ndao dan Kecamatan Amarasi Selatan dan Takari Kabupaten Kupang. Sebelas orang Guru untuk tujuh Sekolah Dasar (SD) dan empat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Rote Ndao. Sementara tiga orang lainnya untuk tiga SD di Kabupaten Kupang.[sc name=”BACA”]

Menurut mantan Dosen Akademi Ligitasi Indonesia (ALTRI) milik Kementerian Hukum dan HAM ini, Pemerintah Provinsi NTT menaruh perhatian besar pada pendidikan dasar. Karena pendidikan dasar sangat penting dan menjadi dasar pembangunan manusia. Mengutip tokoh psiko analisis, Sigmund Freud, Josef menyatakan anak harus dididik (secara baik dan benar ) sejak kecil karena akan sangat menentukan perkembangannya pada masa dewasa.Anak-anak pada tahap ini perlu didik oleh pendidik yan g berkualitas.

Baca Juga :  Harus Samakan Presepsi Untuk Meningkatkan Mutu PAUD

“Tidak sekadar menjadi guru, tetapi terutama pendidik. Pendidik erat kaitannya dengan kata pedagogik. Artinya seorang yang membimbing anak ke arah tujuan (hidup) tertentu). Guru artinya digugu dan ditiru. Kita mungkin punya pengetahuan yang luas,tetapi proses didaktis dan metodiknya itu yang harus dipelajari. Banyak sekali kita orang Indonesia, pengetahuannya luar biasa,. Tapi bagaimana mentransfer ilmu pengetahuan itu ke anak didik, tidaklah mudah,” kata Josef Nae Soi.

Dia menegaskan yakin, para guru yang terpilih telah mempelajari hal-hal tersebut selama mengikuti proses training. Astra pasti sudah memberikan secara integral dan komprehensif tentang pedagogik serta unsur didaktik metodik kepada para guru ini. Kemauan dari dalam diri untuk terus belajar harus menjadi motivasi utama. Kalau mau kaya, jangan jadi guru tapi jadi pedagang, lanjut Josef.

Baca Juga :  Kantor Camat Weliman Mulai "Dipercantik" Jelang HUT RI

“Apalagi kalau mengatakan Guru Muda Semangat Indonesia Cerdas. Predikat ini tidak hanya sekadar ditulis begitu saja. Tetapi harus dihayati, dipahami kemudian kita melakukan proses transfer sikap kepada anak didik. Pemerintah daerah pasti akan memperhatikan guru-guru ini jika kontraknya bersama Astra selesai. Tugas pemerintah adalah melanjutkan apa yang sudah dimulai Astra ini,” jelas Josef Nae Soi.

  • Bagikan