Tangkal Corona Pemprov NTT Larang Semua Kapal Angkut Penumpang

0 99

Kupang, fokusnusatenggara.com / 14 April 2020
Untuk mencegah penyebaran Corona Covid -19, Pemerintah Nusa Tenggara Timur menginstruksikan semua armada laut, baik Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Feri, kapal Pelni, Printis, kapal barang dan lainnya untuk tidak angkut penumpang.
“ Kami telah keluarkan perintah untuk semua kapal baik ASDP, Pelni, kapal barang dan lainnya yang beroperasi di NTT tidak boleh angkut penumpang. Petugas kami akan siaga mengawasi baik di pelaabuhan keberangkatan maupun kedatangan ,” kata Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTT, Isyak ( 13/4).

Larangan semua armada lau muat penumpang ini jeIas Isyak Nuka merupakan tindak lanjut dari surat Menteri Perhubungan nomor PL.001/1/4/2020 tanggal 6 April 2020 tentang operasionalisasi Bandara Udara, Pelabuhan dan Prasarana transportasi lainnya.
“Jadi kami tindaklanjuti Surat menteri Perhubungan. Isi surat menteri itu jelas, melarang semua kapal muat penumpang. Ini sebagai upaya pencegahan penyebaran virus Covid -19. Karena arus pergerakan manusia itu tidak tertutup kemungkinan virus juga ikut bergerak, menyebrang ,” jelas Isyak Nuka.

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, kata Isyak Nuka, tetap mengizinkan KMP Feri dan kapal lainnya untuk beroperasi. Namun hanya untuk kepentingan pendistribusian bahan-bahan logistic seperti sembako, bahan bangunan atau logistic Covid -19.
“Kami tidak mengizinkan kapal angkutan laut untuk memuat penumpang. Apabila berlayar untuk distribusi bahan logistik tetap kami iizinkan ,” ujar Isyak Nuka.

Karena itu diharapkan semua angkuta, armada laut mematuhi kebijakan ini. Jangan jangan coba –coba melawan menyelundupkan penumpang dalam muatan logistic itu.
“ Kami sudah ingatkan agar jangan coba -coba melawan. Kapal-kapal tersebut hanya untuk kepentingan distribusi logistik. Apabila diketahui muat penumpang akan ditindak berupa pencabutan izin trayek,”tegasnya.

Larangan untuk semua armada, angkutan laut ini akan berlaku sampai 30 April 2020 mendatang. “ Larangan untuk armada laut angkut penumpang ini hanya sampai 31 April 2020 mendatang. Tentunya tergantung situasi saat itu. Kalau badai wabah ini belum redah, tentu akan dipikirkan lagi untuk diperpanjang waktunya ,” tandas Isyak Nuka (Usif)

Comments
Loading...