Soal Polemik SK Teda Malaka, Refafi Gah : Pemimpin Itu Harus Mengayomi

Reporter : Yerem Nahak

632

BETUN,fokusnusatenggara.com- Ketua DPD Partai Hanura Provinsi NTT, Refafi Gah mengingatkan, pemimpin itu harus bisa mengayomi semua pihak.

Pesan ini disampaikan Refafi Gah teekait dengan polemik SK pemberhentian ribuan Tenaga Kontrak Daerah (Teda) oleh Bupati Malaka, Simon Nahak beberapa waktu lalu.

“Kaitan dengan masalah tenaga kontrak ini, seharusnya pemimpin itu mengayomi semua, sebab yang dikontrakkan itu adalah anak-anak Malaka,” ujarnya, usai melakukan acara pelantikan pengurus DPC Partai Hanura Kabupaten Malaka, Sabtu, 19 Juni 2021 di Betun.

Dirinya menilai, proses SK pemberhentian tersebut, meninggalkan celah hukum yang bisa membuat para korban untuk mencari keadilan lewat jalur hukum.

Pasalnya, pemberhentian di tengah tahun anggaran berjalan adalah hal yang bisa dan diduga ada perbuatan melawan hukum.

“Kalo kita berhentikan mereka di tengah jalan, sebenarnya ini celah hukum bagi orang lain. Saya pikir Bupati Malaka orang dengan latar belakang hukum jadi pasti tahu soal ini. Semoga mereka yang diberhentikan tidak merontak dan mencari keadilan lewat jalur hukum. Karena mereka ini sudah diangkat untuk satu tahun dan tentu seseorang di berhentikan harus ada alasan serta bukti yang kuat,” jelasnya.

Seharusnya, menurut anggota DPRD NTT ini, sebagai pemimpin harus merangkul dan membina mereka, bukan membunuh karakter mereka dengan cara memberhentikan mereka.+++

Comments
Loading...