Ruas Jalan Dusun Rantete Dikerjakan Asal Jadi

Ruas Jalan Dusun Rantete Dikerjakan Asal Jadi

- in Lintas NTT
512
0

BETUN,fokusnsuatenggara.com- Ruas jalan lingkungan di Dusun Rantete, Desa Taniumanu, Kecamatan Laen Mane, Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), dikerjakan asal jadi.

Pasalnya, ruas jalan dengan spesifikasi Rabat Beton yang panjangnya hampir 200 meter tersebut sudah rusak parah, kendati baru selesai dikerjakan Bulan Agustus 2018 lalu, dengan sumber dana desa sebesar Rp. 300 juta.

“ Masa belum apa-apa jalan ini sudah rusak semua, Ini pasti mereka makan uang separuh sehingga kerja tidak beres,” ungkap Arnoldus Rame, sesepuh Dusun Rantete, kepada fokusnusatenggara.com, Senin 10 Desember 2018.

Menurutnya, seharusnya dengan dana seperti itu kondisi jalan ini sudah sangat layak untuk digunakan masyarakat. Namun kenyataannya tidak demikian. Untuk itu Rame bersama dengan para tokoh masyarakat akan laporkan hal ini ke pihak kecamatan bahkan ke pihak kepolisian untuk segera datang dan memeriksa kondisi jalan ini.

“ Kami sudah rencana dalam satu atau hari setelah semua tua adat Rantete berkumpul, akan segera laporkan hal ini kepada camat atau langsung ke polisi untuk datang periksa hasil pekerjaan ini,” katanya.

Sementara itu, Melki Taek, tukang yang dilibatkan dalam pekerjaan ini mengisahkan, pada saat dia mengerjakan ruas jalan tersebut bersama buruh lainnya, dia sempat lakukan protes kepada pihak Kelapa Desa Taniumanu, sebab material terutama pasir yang tidak layak pakai. Namun oleh Anita Da Costa, Kepala Desa Taniumanu, dirinya diperintah untuk lanjutkan.

“ Saya waktu itu langsung protes ke ibu desa sebab pasir ini banyak lumpurnya, tapi ibu desa suruh kami kerja terus saja dia yang tanggung jawab kalau ada apa apa, nanti kalau masyarakat protes silahkan ketemu langsung ibu desa,” ungkapnya.

Ditambahkannya, selain kualitas pasir yang tidak layak, dirinya juga pernah menanyakan soal struktur bagunan jalan ini yang tidak menggunakan material penulangan beton sebagai sarat pembuatan struktur Rabat Betton. Tapi lagi lagi Da Costa tetap memerintahkan agar dilanjutkan pekerjaan ini.

“ Saya juga sempat tanya ke desa, kenapa kerja rabat tidak pakai besi beton, hanya kita buka dasar saja, namun dia bilang adik mereka kerja saja, ada apa apa saya yang urus,” kisah Melki mengutip penjelasan Kades Da Costa.

Anita Da Costa, Kepala Desa Taniumanu yang sempat dihubungi wartawan fokusnusatenggara.com melalui sambungan telepon mengakui bahwa kondisi jalan tersebut memang tidak layak pasca dikerjakan. Bahkan dirinya juga mengaku salah sebab tidak mengikuti perkembangan pembangunan tersebut.

“Saya kaget setelah pergi lihat hasil kerja itu, saya akui saya salah sebab tidak berpatokan pada RAB kami dan tidak awasi, kami janji akan lekukan perbaikan lagi, sebab kami masih mencari sumber dana,” jelasnya. (UN)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *