Berita Terkini Hari Ini, Kabar Akurat & Berimbang

RSUD Rujukan Corona Komodo Labuan Bajo Kekurangan Alat Pelindung Diri

0 119

Labuan Bajo, fokusnusatenggara / 18 Maret 2020

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Komodo, Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditetapkan sebagai rumah sakit rujukan penanggulangan penyakit infeksi emerging tertentu atau virus corona di NTT. Penetapan ini sesuai Surat keputusan Menteri kesehatan nomor HK.01.07/MENKES/169/2020.

“ RSUD Komodo telah ditetapkan sebagai salah satu dari tiga rumah sakit di NTT untuk menangani pasien yang terkindikasi terpapar virus Corona Covid 19. Namun sejauh ini masih kekurangan fasilitas, minimnya stok alat pelindung diri (APD). Padahal sarana sarana medis tersebut, menjadi kebutuhan nan krusial untuk menangani pasien ,” kata Kepala Tata Usaha RSUD Komodo, Thomas Alfai Edison ( 18/3).

Lebih lanjut Thomas menyebutkan sejauh ini RSUD Komodo hanya memiliki 170 pakaian khusus sekali pakai, kemudian 30 kaca mata, masker N95 172, 90 visor, Apron 90, 16 sepatu boot.

” Dinas Kesehatan Provinsi NTT telah mengiirim 8 pasang APD. Jumlah tersebut tentu kurang ya. Jadi, APD yang kami miliki saat ini memang sangat terbatas. Kami harapkan mendapatkan pasokan lagi baik dari Provinsi atau Jakarta ”, jelas Thomas Alfai Edison.

Thomas Alfai Edison mengatakan secara nasional untuk mendapatkan APD saat ini sulit karena sangat terbatas. Bahkan di beberapa pabrik itu sudah kosong. Di indonesia sendiri barangnya Impor. Kesiapan logistik sangat sulit.

“ Kami terus berupaya untuk mengantisipasi kurangnya stok APD ini.. “Antaranya menjalin koordinasi dengan Kemenkes RI. Kami harapkan dapaat dibantu ,” harap Thomas.

Kondisi dan kendala seperti ini pihak RSUD Komodo Labuan Bajo berupaya melakukan pengadaan APD sendiri. “ Kami telah melakukan pesanan ke Perusahaan penyedia jasa.Namun dijawab stoknya lagi kosong. Karena itu kami harapkan agar jangan ada orang atau pasien yang terdeteksi virus Corona ini ,” harapnya.

Sementara terkait teknis penanganan pasien dengan gejala corona, Thomas Alfai Edison mengatakan, pada prinsipnya Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat sudah menjalin koordinasi dengan semua pihak terkait mengenai langkah penjemputan langsung.

“Kita akan lakukan penjemputan kalau ada pasien dengan gejala itu ya, atau sehabis pulang dari luar daerah. Untuk biaya pengobatan pasien corona, semuanya ditanggung pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Pasien tidak dibebankan biaya”, kata Thomas Alfai Edison.

Dia menyebutkan hingga saat ini, RSUD Komodo belum memantau adanya pasien covid-19. “Hingga saat ini, belum terpantau adanya pasien Covid-19. Orang dalam pengawasan juga belum ada. Kami bersyukur dengan kondisi seperti ini ”, tutup Thomas Alfai Edison.

Comments
Loading...