Petugas SAR Harus Tingkatkan Kemampuan dan Kompetensi

  • Bagikan

Kupang, fokusnusatenggara.com / 30 Juli 2019

Petugas SAR harus meningkatkan kemampuan fisik maupun kompetensinya. Tujuan Search And Rescue (SAR) menurut Undang-Undang Nomor 29 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan adalah bukan menghilangkan kecelakaan, tetapi terutama mengurangi kefatalan dari kecelakaan.

“Petugas SAR adalah manusia setengah dewa yang bertugas menyelamatkan nyawa manusia. Keterampilan yang dimiliki anak-anak SAR harus lebih dari orang yang ditolong bahkan manusia lainnya. Harus bisa menyelam tanpa ada alat, juga harus bisa terbang dalam arti meloncat untuk bantu orang. Itu luar biasa, sangat butuh latihan yang tekun,”jelas Wagub NTT Josef Nae Soi saat memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Pencarian dan Pertolongan Kantor SAR atau Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kupang di Hotel Neo Aston, Senin (29/7).

Baca Juga :  Jembatan Soioe Dale Ambrukm Aktifitas Warga Macet

Menurut Josef Nae Soi, upaya penyelamatan sangat bergantung pada sumber daya manusia yang dimiliki Badan SAR. Syarat mutlak seorang petugas SAR adalah memiliki fisik prima, sehat jasmani dan rohani serta punya kompetensi. Kalau mau menyelamatkan orang, fisik penyelamat harus kuat.[sc name=”BACA”]

“Kerja SAR itu, satu kakinya adalah menjadi juga calon almarhum. Dia menyelamatkan orang, belum tentu dia sendiri bisa selamat. Tapi prioritas utamanya adalah menyelamatkan orang lain terlebih dahulu.Kalau mau menyelamatkan, fisik kita harus prima. Saudara-saudara harus siap 2 kali 24 jam. Bila perlu kalau waktu ditambah 36 jam, 36 jam harus siap. Karena waktu kecelakaan tidak bisa kita duga,” jelas mantan anggota Komisi V DPR RI itu.

Baca Juga :  Johanis Mase Akui Menulis Nota ‘Sakti’ Terkait Mutasi Kepada Bupati Kupang

Lebih lanjut, politisi Golkar itu juga mengharapkan agar kompetensi khususnya keterampilan anak-anak SAR mesti terus ditingkatkan. Sebelum menyadarkan masyarakat akan pentingnya keselamatan. Petugas SAR harus terlebih dahulu menyadari pentingnya keselamatan diri, bukan sekadar rutininitas kalau ada bencana. Habitat SAR adalah diri sendiri juga prima, sadar keselamatan atau safety no compromise harus dijelaskan kepada masyarakat.

“Jangan sampai loncat dari kapal dengan kaki rapat,terjun ke bawah mau bantu orang,tapi kedua kakinya patah. Tidak tahu upaya penyelamatan di laut seperti Based Safety Trainning (BST) atau Latihan Keselamatan dasar, tidak tahu cara buka Life Raft di kapal. Semua keterampilan-keterampilan ini wajib diketahui oleh anak-anak SAR. Begitupun juga dengan di udara, saat gedung rubuh atau gempa bumi,” tegas Josef Nae Soi.

Baca Juga :  Pramuka Mendidik Anak Bangsa Jadi Penggerak Pembangunan

Di akhir sambutannya, Wagub Nae Soi mengapresiasi kinerja petugas SAR yang telah bekerja keras dalam upaya penyelamatan korban kapal Motor Nusa Kenari 02 yang tenggelam di perarian Alor pada Sabtu (15/6).

  • Bagikan