Pesparani Harus Punya Dampak Untuk Kesejahteraan Masyarakat

  • Bagikan

Kupang, nusatenggara.com / 18 Mei 2019.

Kegiatan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Nasional yang akan berlangsung di Kota Kupang Tahun 2020 tidak boleh hanya sekadar buat NTT terkenal. Tetapi juga harus berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Harapan itu disampaikan oleh Ketua Dekranasda NTT, Julie Sutrisno Laiskodat saat menyampaikan arahan pada pertemuan awal Persiapan Pesparani Katolik Nasional II Tahun 2002 di Ruang Rapat Asisten Setda NTT, Jumat (17/5).

“Saya coba menjembatani dan menterjemahkan keinginan serta arahan Gubernur NTT (Viktor Bungtilu Laiskodat) agar penyelenggaraan kegiatan ini meninggalkan kesan mendalam untuk 50 tahun ke depan. Permintaan ini mesti dimakanai dalam visi NTT Bangkit Menuju Sejahtera. Even-even tahunan baik itu tingkat provinsi maupun nasional tidak sekadar dilakukan karena sudah direncanakn dan anggarannya ada.Gubernur tidak mau seperti itu ,” jelas Julie Sutrisno Laiskodat.

Baca Juga :  GEMMA Pertanyakan 100 Hari Kerja Bupati Malaka

Menurut Julie Sutrisno Laiskodat, pelaksanaan even nasional tersebut tidak juga sekadar dilaksanakan secara mewah dan gagah-gagahan. Bukan pula untuk menghabiskan anggaran besar sehingga membekas dalam ingatan peserta dan mengangkat nama NTT. Itu hanya satu aspek saja yakni NTT Bangkit, nama NTT mencuat. Sementara aspek sejahteranya tidak nampak.

“Jujur saja, Pak Gubernur punya mau sangat gampang. Gubernur tidak mau kita lakukan ini hanya untuk (menyenangkan) Presiden atau Gubernur. Dia tidak mau itu. Beliau tidak mau hanya satu unsur ditonjolkan. Setiap program atau kegiatan harus mencakup dua hal ini sekaligus yakni bangkit dan sejahtera. Bangkitnya berarti nama NTT terkenal, benar. Tapi sejahteranya harus dapat, terutama untuk masyarakat. Itu tujuan yang diinginkan Gubernur,” kata Julie Sutrisno Laiskodat.

Baca Juga :  Kualitas Garam Nunkurus Lebih Baik Dari Garam Madura

Dalam kaitannya dengan itu, Ketua Tim Penggerak PKK NTT itu menegaskan semua perangkat daerah, swasta, TNI/Polri dan mitra-mitra terkait lainnya harus terlibat secara aktif. Tidak hanya menjadi tanggung jawab panitia. Karenanya dalam kesempatan tersebut, Julie langsung melakukan presensi terhadap peserta yang hadir mengikuti rapat.

“Hajatan ini adalah hajatan nasional. Kita tidak boleh sekadar duduk saja. Tapi harus melakukan persiapan yang matang dari waktu ke waktu. Kita sudah berusaha keras untuk menjadi tuan rumah. Setelah dapat (penunjukan tuan rumah), itu menjadi utang dan pekerjaan berat kita . Kita tidak boleh sia-siakan perjuangan ini. Kita harus bergandengan tangan untuk sukseskan acara ini,” jelas Julie Sutrisno Laiskodat.

Baca Juga :  Lima Polres Baru Di NTT Beroperasi Januari 2020

Dia meminta agar semua pihak yang terlibat untuk bekerja out of the box, bukan in the box. Harus mulai terbiasa dengan standar nasional bahkan internasional. Jangan pakai ukuran yang biasa dilakukan selama ini. “ Harapan saya, renovasi arena-arena tidak hanya berorientasi untuk sukseskan Pesparani tetapi juga untuk kepentingan pelayanan publik di NTT yang lebih baik ke depannya ,” katanya.

  • Bagikan