Peran Pers Pasca Pilpress Dan Pilkada Serentak 2020

0 43

Kupang, fokusnusatenggara.com. Dewan Pers apresiasi peran segenap unsur  pers  Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dengan arif dan dewasa  mengawal proses pemilu tahun 2019. Pemilu di NTT berjalan dengan lancar dan kondusif, berkat peran pers NTT yang mengedepankan Profesionalisme dan independensi para wartawan dalam mengawal tahapan pelaksanaan pemilu.  Demikian disampaikan Anggota Dewan Pers,  Agus Sudibyo dalam acara Workshop Peliputan Pasca Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden 2019 yang diselenggarakan Dewan Pers di Hotel Aston Kupang, Jumat (18/07/19).

Ketua KPU NTT, Thomas Dohu (kiri), Anggota Dewan Pers, Agus Sudibyo (tengah), Moderator, Noya Letuma (kanan)

Pers Nasional atau Nusantara, menurut Ketua Hubungan Antar Lembaga Dewan Pers, Agus Sudibyo, seyogyanya tidak menjadi intensivier of conflictnamun justru menjadi deminisher of conflict. Turut meredahkan tegangan tegangan konflik yang terjadi menjelang, selama Pemilu berlangsung maupun pasca pemilu 2019. Hal itu terjadi jika dalam pemberitaan, insan pers harus profesional, cover both sides, chek and rechek, serta menjunjung tinggi kesetiaan pada data dan fakta, kehatihatian dan kerendahan hati, serta ketaatan kepada etika jurnalistik.[sc name=”BACA”]

Dalam penjelasannya, Agus mengatakan kerja junalisme merupakan sebuah tanggung jawab moral dan memiliki peran strategis dalam rangka ikut membangun peradaban politik masyarakat Indonesia (NTT) yang demokratis dan toleran terhadap perbedaan melalui pemberitaan yang mendukung terciptanya suasana yang kondusif, aman dan damai.

“Saya berterimakasih kepada insan pers di NTT yang telah mengawal proses Pemilu sehingga berjalan dengan kondusif dan lancar. Semua ini berkat peranan pers serta profesionalisme dan independensi wartawan,” ujarnya.

Hassanein Rais, Ketua Pendanaan dan Sarana Prasarana Dewan Pers

Agus juga menyinggung Pilkada Serentak 2020, menurutnya akan menjadi hal yang lebih menantang para wartawan. Ketegangan ketegangan politik tentunya akan mulai terasa di akhir 2019.

Oleh sebab itu, dalam rangka menghadapi Pilkada serentak 2020, Sudibyo mengajak seluruh wartawan untuk ikut menjaga suasana kondusif seperti yang terwujud dalam Pilpres 2019 di NTT.

Pada kesempatan yang sama, Hassanein Rais, Ketua Pendanaan dan Sarana Prasarana Dewan Pers, meminta wartawan  agar dalam pemberitaan tidak boleh berpihak pada siapa pun dan dalam situasi apa pun.

Lebih lanjut ia menjelaskan tentang hak dan kewajiban wartawan sesuai peraturan perundang-undangan maupun kode etik jurnalis yang termuat dalam buku saku wartawan yang telah dibagikan.

“Jadikan buku saku wartawan sebagai pedoman kerja. Sehingga marwah independensi wartawan tetap terjaga”, pesan Rais.


Reporter: Ivan


Comments
Loading...