Pemprov NTT Teken MOU Dengan Tokoh Agama

0
59

KUPANG,fokusnusatenggara.com,- Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat meminta para tokoh agama untuk senantiasa mengembangkan semangat toleransi dan menghimbau umatnya agar menghayati perbedaan secara rileks. Kondisi negara yang semakin terbelah akibat politik identitas terutama menjelang hajatan demokrasi terbesar sepanjang sejarah yakni pemilihan presiden (pilpres) dan pemilihan legislatif (pileg) secara serentak harus disikapi secara serius dan kritis.

“Membangun sebuah bangsa harus didasarkan pada kondisi untuk menerima perbedaan sebagai bentuk yang sangat rileks. Yang terjadi terjadi sekarang, kita berbeda tetapi kaku sekali. Sampai kita tidak dapat bangun hubungan secara baik. Dan menurut saya, itu ciri bangsa yang tidak akan maju “ kata Viktor Bungtilu Laiskodat dalam kegiatan Dialog Pemerintah Provinsi NTT dengan Lembaga-Lembaga Keagamaan se-Provinsi NTT di Hotel Aston, Selasa (9/4).

Dia mengatakan untuk mencapai suatu kemajuan adalah satu-satunya keajaiban adalah menjadi bangsa dengan banyak perbedaan.“ Menurut saya satu-satunya keajaiban kita (yang tidak ada di bangsa lainnya di dunia) adalah menjadi bangsa dengan banyak perbedaan. Walau banyak perbedaan tetapi membuat kita tetap rukun. Ini mahal karena telah diturunkan para pejuang kita dulu dan harus dijaga ,” kata Viktor Bungtilu Laiskodat.

Dia menegaskan semangat menghayati perbedaan secara rileks ini telah ditunjukan oleh para pejuang dan pendiri bangsa. Diawali oleh para pemuda dalam Sumpah Pemuda. Mereka punya semangat hebat dan mampu mendeklarasikan sebuah imajinasi kebangsaan. Imajinasi mereka sangat keren melampaui realitas kebangsaan dan geografis saat itu. Begitupun semangat yang dibangun Panitia sembilan saat merumuskan bentuk negara.

“ Tim sembilan saat merumuskan bentuk negara, sangat legowo. Kalau mau jujur, negara agama harusnya jadi karena hanya satu yang non muslim yakni Alexander Maramis. Tapi mereka tidak melakukan melakukan itu. Mereka juga tidak pakai voting. Begitu berdebat serius luar biasanya. Tidak ada voting sama sekali. Sampai mereka akhirnya sepakat untuk mendirikan negara nasional berbentuk republik ,” kata Viktor Bungtilu Laiskodat.

Dia menyebutkan membaca dokumen seperti ini tentunya memberikan motivasi kepada penerus bangsa sekarang ini. “ Saya secara pribadi maresa bangga dengan perintis pejuang kita ini. Untuk apapun bolehlah kita korbankan demi tegaknya NKRI dan Pancasila. Saya tidak ingin lahir dari negara Indonesia dtetapi mati sebagai warga negara lain,” tegas Viktor Bungtilu Laiskodat.

Mantan Ketua Fraksi Nasdem DPR RI ini mengatakan, di tengah situasi politik yang semakin memanas, para pemimpin termasuk pemimpin agama diharapkan tetap berdiri kokoh di atas semangat kebangsaan yang berdasarkan Pancasila, NKRI ,UUD 1945 dan semangat kebhinekaan. Pilihan beda adalah sesuatu yang sangat wajar, namun semangat toleransi harus dikembangkan. Visi NTT Bangkit Menuju Sejahtera hanya akan terwujud jika NKRI tetap berdiri kokoh.

“Tidak boleh ada sikap saling mencurigai. Harus menerima perbedaan tanpa ada sungkan. Perbedaan silahkan saja, urusan politik boleh beda. Tapi tidak boleh menjurus kepada permusuhan dan kehancuran. Ini yang kita harus jaga perbedaan dalam keharmonisan yang sudah berjalan selama ini ,” ujarnya.

Karena itu kata Gubernur Viktor meminta agar semua warga NTT untuk menolak segala bentuk semangat intoleransi di Bumi Flobamorata. Semua ingin berdamai, harus berperang melawan kelompok-kelompok yang coba mengganti falsafah Pancasila. Dalam semangat kebersamaan membangun NTT dalam bingkai NKRI, tidak ada semangat mayoritas, minoritas. Semua diperlakukan secara sama.

“Saya seorang manusia yang serius sekali mendorong bahwa Pancasila adalah ideologi yang sudah final yang harus diperjuangkan sekuat tenaga secara terus-menerus. NTT tidak boleh berpikir untuk melahirkan sebuah peraturan daerah yang bertentangan dengan Konstitusi dan Pancasila. Kepada para tokoh agama agar menghimau umat menggunakan hak pilihnya pada pemilu 17 April 2019 mendatang. Sekali lagi tolong ya ,” katanya.

Di akhir kegiatan, ditandantangani Kesepakatan dan Komitmen Bersama antara Pemerintah Provinsi NTT dengan Para Tokoh Agama Tentang Partisipasi Lembaga Keagamaan dalam Program Pembangunan NTT Lima Tahun ke depan. Penandatangan itu dilakukan secara simbolis oleh Gubernur NTT dengan Uskup Agung Kupang, Mgr. Petrus Turang.

MOU Kesepakatan ini dengan tema yang diusung adalah Merawat Toleransi, Kerukunan dan Keharmonisan Hidup dalam Spirit NTT Bangkit Menuju Sejahtera dalam Bingkai NKRI. Tampak hadir pada kesempatan tersebut Unsur Forkopimda Provinsi NTT, para pimpinan agama Katolik, Kristen Protestan, Islam, Hindu dan Budha dari seluruh NTT, pimpinan Perangkat Daerah Lingkup Pemerintah Provinsi NTT, insan pers dan undangan lainnya.

PENULIS : USIF

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here