Pemkab Kupang dan PUPR Sosialisasi Pengadaan Tanah Bendungan Manikin

0
157
Bupati Kupang Korinus Masneno
Loading...

Kupang, fokusnusatenggara.com / 16 September 2019

Pelayanan terbaik kepada masyarakat perlu dilakukan oleh pemerintah melalui program-program pembangunan sesuai dengan potensi yang ada. Penyediaan air melalui pembangunan bendungan merupakan hal penting yang diperlukan mengingat di Kabupaten Kupang sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani.

Ini karena kondisi iklim dengan musim hujan yang lebih sedikit dari musim kemarau, membuat kegiatan menangkap air sangat penting dan menjadi investasi dasar bagi masyarakat saat ini.

“ APBD II Kabupaten tidak memungkinkan untuk membangun bendungan besar. Karena itu Pemkab Kupang mendukung pembangunan bendungan dari Pemerintah pusat dalam hal ini Kementrian PUPR ,” kata Bupati Kupang Korinus Masneno dalam arahannya saat melakukan sosialisasi kepada masyarakat Kupang tengah terkait pembangunan bendungan Manikin/ Tefmo oleh Kementrian PUPR ( 14/9).

Dia mengharapkan agar kegiatan sosialisasi dan pendataan awal persiapan pengadaan tanah pembangunan Bendungan Manikin/Tefmo agar dapat dilaksanakan secara baik oleh balai Wilayah Sungai II NTT. Ini agar proses pembangunan dapat terlaksana dengan baik.

“Saya percaya sosialisasi ini menjadi langkah awal yang baik dan diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat. Jika ada silang pendapat, ada riak-riak merupakan hal biasa. Karena itu harus dikomunikasi dengan sebaik-baiknya untuk bisa dicari pemecahan dan solusi terbaik agar jangan ada yang dirugikan, karena yang terpenting ada pelayanan terbaik kepada masyarakat” ungkap Bupati Korinus Masneno.

Sementara itu Kepala Balai Wilayah Sungai Nusra II Ir Agus Sosiawan,MT dalam sambutannya menyatakan pembangunan bendungan di NTT dibawah satu Satuan Kerja yang dalam pelaksanaannya berkolaborasi dengan Pemda.

Kepala Balai Wilayah Sungai Nusra II Ir Agus Sosiawan,MT

“ Kegiatan sosialisasi ini sangat penting guna menyampaikan tahapan-tahapan khususnya tahapan pengadaan lahan, sehingga tidak menjadi masalah. Masyarakat perlu mendapat informasi yang jelas sehingga tidak terjadi silang sengketa. Salah satu tugas kami, adalah menyelesaikan pengadaan tanah secara baik. Untuk pembangunan bendungan Manikin/Tefmo lahan yang dibutuhkan seluas 274 hektar dan dibiayai oleh APBN Murni. Mudah-mudahan dapat dikerjakan cepat, bisa lancar dan bermanfaat bagi masyarakat banyak ,” ujar Agus Susiawan.

Jika masalah soal tanah telah selesai jelas Agus Susiawan, tahap selanjutkan akan diserahkan ke Pemprov NTT. “ Pada tahap ini aka nada penetapan dari Pak Gubernur. Setelah itu aka nada tim independen untuk menghitung ganti rugi kepada masyarakat sesuai dengan acuan, batasan yang diberikan pemerintah dalam hal ini kementrian PUPR bersama Pemkab Kupang ,” ujar Agus Susiawan. ( Usif).


Reporter: Usif


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here