Pemerintah Membohongi DPRD Dan Guru

0 101

Kupang, fokusnusatenggara.com / 12 Juni 2019
Pemerintah Propinsi NTT dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan telah membohongi guru dan DPRD NTT. Pasalnya ketika rapat bersama dengan Komisi V DPRD NTT 27 dan 29 Mei 2019 lalu, Kepala Dinas P dan K, Benyamin Lola yang saat itu didampingi stafnya sudah berjanji akan membayar Kesra guru PNS bersertifikasi dan tunjangam insentif bagi guru honor Komite dan Yayasan baik Negeri maupun swasta sebelum lebaran. Namun sampai sekarang belum dibayar juga.
“ Mana janjinya. Sampai saat ini pembayaran gaji, tunjangan Kesra guru PNS bersertifikasi, tunjangam insentif bagi guru honor Komite dan Yayasan baik Negeri maupun swasta belum dibayar juga. Ini sudah tanggal 12. Kalian boleh tidur nyenak tetapi mereka para guru ini disengsarakan ,” ungkap Ketua Komisi V DPRD NTT, Jimmy Sianto saat memimpin Rapat komisi bersama Dinas Pendidikan , PT Telkom Kupang dan Ombusman NTT serta Badan Musyawarah Perguruan Swasta NTT di Gedung DPRD NTT ( 12/6).

Sebetulnya sesuai agenda rapat tersebut terkait persiapan penerimaan siswa tahun ajaran 2019. Namun karena saat bersamaan datang sejumlah guru mengadukan hal ini ke Dewan sehingga agenda rapat bersama itu beralih kembali ke gaji, tunjngan para guru yang belum dibayar.
“ Bapak –Bapak ini pejabat semua. Terima gaji dan tunjangan lancar bahkan ada honor dan lainnya. Jadi dirumah tidak susah. Tetapi para guru ini begitu sengsara. Ada yang mengharapkan uang itu untuk merayakan lebaran tetapi tidak terwujud juga. Dimana rasa kemanusiaan Bapak –Bapak ini ,’tanya Jimmy Sianto.[sc name=”BACA”]

Jimmy Sianto sangat sesalkan Kepala Dinas P dan K yang menganggap masalah tunjangan para guru ini sepele. “ Dananya sudah kami tetapkan sejak awal Januari 2019 lalu. Masa sampai sekarang, sudah 6 bulan belum dibayar juga. Misterius sekali ,” jelas Jimmy Sianto.
Sementara anggota Komisi V lainnya, Yohanes Rumat menegaskan Dinas Pendidikan telah membohongi Guru dan DPRD NTT serta Masyarakat.
“ Bapak –Bapak ini ternyata membohongi kami, anggota Dewan dan para Guru. Bayangkan saja, pertengahan Mei 2019 lalu sudah berjanji akan membayar sebelum lebaran. Ternyata tidak juga. Bahkan membuat repot kami, karena menjelang lebaran dan sesudah lebaran bahkan sampai hari ini masih ada sejumlah guru yang datang mengadukan hal ini. Apa uang tidak ada, sehingga tidak bayar ? ,” tanya Yohanes Rumat.

Dia menyebutkan, anggarannya sudah ditetapkan untuk tunjangan guru honorer selama 1 tahun. “ Anggaran 5,7 M sudah ditetapkan DPRD sejak Januari 2019. Untruk tunjungan guru honerer sebanyak 11 ribu selama setahun. Masa dari bulan Januari sampai saat ini belum dibayar juga ,” tegas Yohanis Rumat.

Menanggapi pertanyaan Komisi V terkait tunjangan Kesra dan lainnya ini, para Kepala Bidang yang hadir tidak bisa menjawab. “ Maaf bapak –bapak anggota Dewan yang terhormat. Pak Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Benyamin Lona tidak menghadiri rapat ini, karena lagi tidak enak badan. Beliau sakit. Saya akan sampaikan hasil pertemuan hari ke Pak Kepala Dinas nanti ,” ujar Kabid SMK Dinas Pendidikan NTT , Pius Rasi mewakili Kadis P dan K menjawab pertanyaan Komisi V.
Seperti terpantau fokusnusatenggara.com, anggota Dewan Komisi V yang hadir dalam rapat tersebut diantaranya Yohanis Rumat, Kristofora Bantang, Aulora Modok , Maksi Pari, Kristien Patty, Wiston Rondo, dan Karel Koro.( TON).

Comments
Loading...