Pemerintah Harus Mampu Menjadi Market

0 51

Kupang, fokusnusatenggara.com / 27 April 2019
Pemerintah baik Propinsi maupun Kabupaten / Kota harus mampu menjadi market, membeli dan menampung hasil pertanian dan produk rakyat lainnya seperti kerajinan tangan milik masyarakat. Ini untuk membantu agar para pengusaha atau pembeli lainnya tidak mempermainkan harga.
“Saya sekarang sedang mendorong secara serius agar pemerintah, baik Provinsi maupun kabupaten kota di NTT mampu menjadi market bagi setiap hasil pertanian dan produk lainnya untuk kita pasarakan “, kata Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat saat bertemu dengan badan pengurus Koperasi Simpan Pinjam Tanoba Laismanekat (KSP-TLM) di ruang kerja Gubernur, Jumat (26/04).
Karena itu para pimpinan SKPD baik Propinsi, Kabupaten / Kota, Camat bahkan Kepala Desa termasuk Dwan diharapkan membeli produk rakyat. Setelah itu serahkan kepada Perusahaan daerah atau mitra lainnya untuk membantu memasarkan.
” Kita bekerja untuk rakyat. Produk, hasil kerja mereka yakni pertanian dan lainnya pemerintah melalui perusahaan daerah ( BMUD) membeli dan menjual. Ini tentunya memotivasi mereka untuk meningkatkan semangat kerja. Mereka tidak perlu berjalan jauh dan tidak berlama – lama saat memasarkan hasil pertanian mereka. Kami jemput bola “, lanjut Viktor Bungtilu Laiskodat.
Karena seorang seorang pemimpin kata Gubernur Viktor, harus memiliki tiga syarat yakni Cerdas, Peduli dan Berani mengambil Keputusan. “ Dengan membeli produk pertanian dari para petani dan lainnya, itu berarti kita sudah memenuhi salah satu kriteria menjadi seorang pemimpin yakni Peduli “, sambung Viktor Bungtilu Laiskodat.
Gubernur Viktor yang didampingi oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Koperasi NTT Sisilia Sona, juga berharap agar KSP-TLM mampu menangkap peluang usaha yang ada di NTTsaat ini.

management KSP TLM menyerahkan, menyematkan cenderamata berupa kain adat Sumba kepada Gubernur NTT

“Banyak tempat yang indah di NTT. Tetapi saya belum melihat baik sebagai perorangan maupun kelompok, mampu memanfaatkan keadaan ini. Contoh kecil saja, saat ini kita mempunyai bendungan Raknamo yang sangat megah di Kabupaten Kupang. Tetapi kita tidak tertarik untuk berwirausaha di tempat itu”, kata Viktor Bungtilu Laiskodat.
GUbernur Viktor malah menantang management Koperasi Simpan Pinjam ( KSP ) Tanaoba laimanekat ( TLM ), untuk menangkap peluang ini. “Coba kalian membangun sebuah kedai kopi di situ, siapkan dengan alunan musik yang indah, tarian luar biasa. Saya akan ada banyak orang yang mau menghabiskan akhir pekan mereka di tempat itu. Sudah pasti hal ini tentu akan mendatangkan hasil yang luar biasa”, tawar Gubernur Viktor.
Sementara itu, Ketua KSP-TLM, Sem Nitti mengatakan bahwa tujuan kedatangan mereka adalah ingin mengundang Gubernur menghadiri RAT pada 4 mei 2019 mendatang. “ Salah satu agenda rapat itu adalah mengubah status KSP-TLM yang saat ini adalah koperasi simpan pinjam menjadi koperasi jasa. Tawaran Pak Gubernur untuk memanfaatkan destinasi wisata antaranya Raknamo akan kami bahas dalam RAT nanti ,” kata Sem Niti. ( usif

Comments
Loading...