Pemerintah Dan Gereja Harus Berkolaborasi Sejahterakan Masyarakat

0 59

Kupang, fokusnusatenggara.com / 17 Januari 2020
Pemerintah dan gereja harus berkolaborasi, bersinergi secara baik untuk terciptanya masyarakat NTT yang sejahtera. Bentuknya program, visi misi pemerintah dan gereja harus menyentuh emua apek kesejahteraan masyarakat.
“Sebagai Gubernur saya minta agar di bawah pemerintahan saya saat ini, pemerintah dan gereja harus mampu berkolaborasi secara baik demi terciptanya masyarakat NTT yang sejahtera. Kolaborasi ini harus menyentuh semua aspek kesejahteraan masyarakat, baik dari segi ekonominya, pendidikannya, maupun peradabannya. Oleh karena itu sekali lagi saya katakan bahwa kolaborasi itu sangatlah penting ,” tegas Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat saat memberikan sambutan pada acara pembukaan Persidangan Klasis Istimewa IV dan Persidangan Majelis Klasis Kupang Tengah, yang berlangsung di Gedung Gereja Bet’el Maulafa, Kupang (15/01).
Lebih lanjut Gubernur Viktor mencontohkan, dalam bidang pertanian maupun perikanan, pemerintah menyediakan bibit serta benih kepada masyarakat.
“ Ketika selesai diberikan pihak gereja harus masuk untuk melakukan bimbingan serta pengawasan, agar bantuan dari pemerintah ini tidak sia – sia, tetapi mampu membawa dampak ekonomi bagi masyarakat. Itulah teori kolaborasi ,” jelas Viktor Bungtilu Laiskodat.
Sekian lama yang terjadi di NTT ujar Viktor Bungtilu Laiskodat memang benar ada kerja dan itu fakta. Namun masyarakat ada yang tidak tahu tidak tahu apa yang kita kerjakan itu karena semuanya dibawah perintah yakni pejabat pemerintah.
“ Selama ini output dari uang yang dikeluarkan adalah bahwa program telah dikerjakan. Maka sekarang kita rubah, outputnya adalah telah terjadi kemajuan terhadap ekonomi rakyat ,” sambung Gubernur Viktor.
Pada kesempatan yang sama ini pula, mantan anggota DPR RI dari fraksi partai Nasdem ini kembali mengangkat tentang pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini di NTT.
“Gereja juga harus terlibat dalam memajukan pendidikan di NTT. Saya lebih setuju apabila karakter setiap orang harus dibentuk sejak dini, dan PAUD adalah salah satunya. Gereja harus mempunyai PAUD ,” ujarnya.
Menurut Viktor, Paud itu harus dirancang secara baik. Buatkan visi yang hebat, siapkan guru – guru yang berkualitas bagus, barulah duduk bersama pemerintah berkaitan dengan anggarannya.
“ Jika ini bisa berjalan dengan baik, maka saya pastikan kedepan kita akan memiliki anak – anak muda dari Provinsi NTT yang pintar dan berkarakter,” ungkap Viktor Bungtilu Laiskodat.
Sementara itu Ketua Majelis Jemaat Bet’el Maulafa, Pendeta Lory Viktoria Lena – Foeh, menggambarkan tentang keadaan jemaat di gereja ini. Saat ini gereja memiliki 7 organisasi tani yang selalu bekerja untuk kesejahteraan jemaat. Kami memiliki sarana pendukung, diantaranya 3 sumur bor dan satu buah sumur biasa, yang dipakai dalam mengolah lahan pertanian dan sudah banyak hasil panen.
“ Kami memiliki ribuan anakan yang saat ini sudah ditanam dan sebentar lagi akan dipanen. Inilah salah satu bentuk dukungan kami dari pihak Gereja dalam mendukung program pemerintah demi kemajuan ekonomi masyarakat. Sekali lagi kami sangat membutuhkan kerjasama dari pihak pemerintah, khususnya dalam penyediaan bibit, sehingga semua lahan kosong yang ada dapat kami manfaatkan,” ungkap Pendeta Lory Viktoria Lena – Foeh.
Turut hadir pada kesempatan ini, Ketua Majelis Sinode GMIT, Pendeta Mery Kolimon, Ketua MUI – NTT, Abdul Kadir Makarim, Staf Khusus Gubernur, Imanuel Blegur, Staf Ahli Gubernur, Semuel Pakereng dan juga beberapa pimpinan OPD di lingkup Pemerintah Provinsi NTT.


Reporter: Usif


Comments
Loading...