Pelaku Pariwisata Labuan Bajo Desak Pemerintah Penuhi Kebutuhan Air

0 59

Labuan Bajo, fokusnusatenggaea. com / 27 Agustus 2019

Para pelaku Pariwisata di Labuan Bajo Manggarai Barat, NTT mendesak Pemerintah segera mencari langkah memenuhi kebutuhan air bersih. Karena kondisi air bersih sekarang ini sudah mulai membuat sulit para pengusaha jasa wisata ini.

“Kami pelaku pariwisata di Labuan Bajo Manggarai Barat sekarang ini mulai mengalami kendala serius, kesulitan air bersih. Kami minta Pemerintah segera membantu air bersih. Karena sekarang ini sebagian kebutuhan air bersih untuk jasa pariwisata ini dikendalikan oknum pebisnis tangky dengan harga yang cukup tinggi ,” kata Matheus Siagian, salah satu pelaku pariwisata Labuan Bajo kepada fokusnusatenggara.com ( 27/8).[sc name=”BACA”]

Menurut Matheus selain memperioritaskan pembangunan infrastruktur jalan, pemerintah juga harus mengambil langkah langkah tepat untuk mencukupi kebutuhan air di Labuan Bajo Manggarai Barat.

“Pembangunan sarana dan prasarana di Labuan Bajo sekarang ini sebagian besar untuk jalan. Sementara untuk sarana air bersih sepertinya dianaktirikan. Padahal, sumber air banyak, air terjun ada dimana-mana ”, tutur Matheus Siagian.

Pertumbuhan potensi pariwisata Labuan Bajo Manggarai Barat jelas matheus Siagian, sudah ditetapkan pemerintah sebagai pintu kawasan pariwisata bagian Timur Indonesia. “ Fasilitas lain seperti prasarana jalan terus digenjot tetapi sara air bersih dilupakan. Karena sekali lagi kami harapkan pemerintah sesegera memperhatikan masalah krisis air ini ,” harapnya.

Dia menyebutkan soal akomodasi hotel di Labuan Bajo sekarang ini sedikitnya sudah tercatat 1.100 kamar. Hampir semua pengusaha hotel sekarang ini mengeluhkan kesulitan air bersih. “ Didarat pengusaha hotel mengeluhkan air bersih. Sementara dilaut setiap hari terdata sedikitnya 200 kapal baik wisatawan maupun nelayan mengitari perairan Labuan Bajo. Kebutuhan air untuk kapal saja sehari mencapai 1 juta liter. Belum lagi jika kita menghitung kebutuhan saudara-saudara kita yang tinggal di pulau-pulau dan pesisir ,” ujarnya.
Menurut Matheus pemerintah harus mengambil langkah sebagai regulator untuk mengeluarkan aturan-aturan darurat yang strategis guna menyelamatkan rakyatnya dari krisis air.

“Salah satu contoh aturan darurat yang pemerintah bisa keluarkan adalah dengan melarang pembangunan kolam renang. Atau kalau mau pakai kolam renang, gunakan air asin. Tempat-tempat pariwisata lain di dunia sudah melakukan hal ini ”, ujar Matheus.

Matheus menyebutkan saat ini beberapa kawasan pariwisata sekarang ini menggunakan kolam renang air asin sebagai tanggapan eco-friendly. “ Ingat, turis datang ke Labuan Bajo bukan untuk berenang di kolam renang. Mereka menginap di hotel tetapi lebih banyak memilih berenang di laut dan air terjun ,” ucap Matheus. ( Usif).


Reporter: Usif


Comments
Loading...