NTT Harus Gelorakan Gerakan Menanam Dan Makan Jagung

0
88
Loading...

Kupang, fokusnusatenggara.com / 28 November 2019.
Semua stakeholder, baik Pemerintah, masyarakat dan NGO lainnya harus bahu membahu gelorakan makan jagung. Dari kesadaran makan jagung secara masal yang digelorakan masyarakat akan membuat petani rajin dalam menanam jagung.
“ Provinsi NTT dikenal dengan memproduk jagung dan sapi. Walau NTT memiliki musim penghujan yang kecil tetapi tidak menjadi produk jagung petani tidak pernah terganggu. Karena itu harus menggelorakan makan jagung ,” kata Sekertaris Jenderal Dewan Jagung Nasional, Maxdeyul Sola dihadapan kelompok tani dan para penyuluh pertanian di Aula kantor Dinas Pertanian Kabupaten Kupang, Rabu 27 November 2019.
Dia menyebutkan walau saat ini, secara nasional tingkat produsen jagung NTT berada pada angka peringkat ke 11 atau 3 persen, diharapkan tidak menjadi penghambat memproduksi dan makan jagung.

“ Soal produksi jagung, NTT memang berada di posisi peringkat ke 11. Untuk itu perlu dikembangkan penanaman jagung mengingat sebagian besar lahan pertanian NTT ini lahan kering yang cocok untuk tanaman jagung. Karena itu kami minta para penyulu pertanian yang ada agar mulai sekarang terus mendampingi para petani untuk nemanam jagung denganpola pertanian yang baik ,” jelas Maxdeyul Sola.
Lebih lanjut dia mengatakan untuk penanaman jagung harus dilakukan secara masal dan melibatkan tiga aspek yaitu pemerintah, Pebisnis dan social society. Didalam social society ada tokoh agama, petani dan tokoh masyarakat dan dunia perbankan.

” NTT harus belajar dari daerah lain seperti NTB dan Gorontalo. Saat ini kedua Provinsi ini merupakan penghasil jagung terbesar di wilayah Timur Indonesia ,” ujar Maxdeyul Sola.
Gerakan masal menanam jagung ujar Maxdeyul Sola perlu juga para penyuluh pertanian bersama kelompok tani memanfaatakan juga ribuan hektar lahan tidur sekarang ini.
“ Saya juga harapkan selain lahan pertanian milik masyarakat petani, juga perlu menggarap lahan tidur yang ada untuk menanam jagung. Ini agar NTT juga harus memiliki branding jagung. Sehingga ketika kita menyebut NTT maka akan langsung terbayang branding yang melekat tersebut,” Pungkasnya.

Dengan menanam jagung dalam skala yang besar jelas Maxdeyul Sola diharapkan suatu saat Presiden dapat melakukan panen jagung di Provinsi NTT. “ Ini harus menjadi bagi para petani agar terus mengembangkan penanaman jagung secara besar-besaran. Jika ini benar -benar dilaksanakan maka dua tahun kedepan Presiden bisa dijadwalkan datanag panen jagung di NTT ,” hara Maxdeyul Sola.

Dia mencontohkan negara-negara besar seperti Brasil dan Meksiko sebagai penghasil jagung terbesar didunia secara topografi tidak berbeda dengan NTT. ” Brasil dan Meksiko topografi sama dengan NTT, kenapa mereka bisa NTT tidak bisa ,” tanya Maxdeyul Sola.
Saat ini sebut Maxdeyul Sola Maxdeyul Sola sebagai penghasil jagung terbesar ada di Provinsi Jawa Timur mencapai angka 28 persen, disusul Jawa Tengah 17 persen, Lampung 11 persen dan Gorontalo 4 persen, sedangkan NTT sendiri ada di urutan ke 11 atau 3 persen tingkat produsen jagungnya.

” Karena itu dengan dukungan dari kementrian Pertanian yakni Dirjen Peternakan dan Dirjen PSP, kami harapkan agar para kepala Desa dapat memprogramkan embung. Ini untuk mensiasati agar para petani bisa dua kali menanam jagung dalam setahun ,” ujar Maxdeyul Sola.
Hadir dalam kegiatan penyuluhan tersebut semua kelompok tani dan para penyuluh pertanian se Kabupaten Kupang.


Reporter: Usif


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here