Nota ‘Sakti’ Johanis Mase Terkait Mutasi Ramai Beredar Di Kalangan Wartawan

0 74

OELAMASI,fokusnusatenggara.com- Indikasi kuat dugaan intervensi Johanis Mase, wakil Ketua DPRD Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), dalam mutasi PNS di Setda Kabupaten Kupang beberapa waktu lalu, mulai terkuak. Senin, 25 Juli 2016, Selembar Nota yang berisikan permintaan untuk pembatalan beberapa oknum PNS yang dimutasi, ramai beredar di kalangan wartawan.

20160725_095701Dalam nota dinas tersebut, Johanis Mase, meminta kepada Bupati Kupang, Ayub Titu Eki, untuk menganulir keputusan mutasi PNS atas nama Maria Sa’U, AL Parera dan Bertha Kalega. Maria Sa’U dalam nota Johanis Mase tersebut, diminta untuk kembali mengisi posisi Kasubag Risalah Persidangan, dari jabatan barunya Kasubag Humas dan Protokol DPRD, AL Parera diminta kembali menjadi Kasubag Persidangan, dari jabatan barunya sebagai Kepala Seksi di Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Bertha Kalega kembali menjadi staf bagian Keuangan dan menolak untuk dipromosi.

Dalam nota dinas yang ditandatangani Johanis Mase tersebut, tidak menyebutkan alasan spesifik terkait permintaan agar ketiga staf yang dimutasi,  dan dikembalikan ke jabatan semula. Bahkan kuat dugaan permintaan ini, syarat KKN dan kepentingan personal antara Johanis Mase dengan salah satu oknum PNS yang dimutasi.

AL Parera, salah satu oknum PNS yang dimutasi kepada fokusnusatenggara.com, yang diwawancara melaui sambungan telepon menegaskan, dirinya sudah mendapatkan surat pembatalan mutasi, dan diminta untuk kembali bekerka pada posisi dan jabatan sebelumnya.

“Saya dapat informasi akan kembali ke Sekretariat DPRD sesuai Disposisi Pak Bupati. Saya akan segera laporkan hal ini ke Sekwan DPRD. Sedangkan jabatan saya di BPMD sudah diisi oleh pejabat baru,” tegasnya.    

Sementara itu, Johanis Mase, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kupang, yang berusaha ditemui media ini, untuk melakukan konfirmasi terkait nota tersebut, tidak berada ditempat. Bahkan dihubungi melaui sambungan telepon hingga berita ini diturunkan, tidak berhasil diwawancara. (Jeremy Mone)

Comments
Loading...