Masyarakat Flores Timur Mulai Menggunakan Sarung Tenun

0
132
Loading...

Larantuka, fokusnusatenggara.com/ 16 September 2019

Bupati Flores Timur Antonius Gege Hadjon, ST mengatakan banyak dari kalangan Aparatur Sipil Negara, para guru dan pelajar serta masyarakat umum sekarang ini meninggalkan baju dari bahan batik dan kembali kepada bahan tenun bermotif adat budaya Flores Timur.

“ Ini jelas terlihat pada apel awal bulan pada setiap hari Senin pertama, para ASN menggunakan pakaian adat berupa sarung dengan sebutan nowing untuk pria dan kwatek untuk wanita. Demikian halnya juga pada setiap hari Kamis; ASN, Para Guru dan Pelajar menggunakan baju bermotif adat Flores Timur ,” kata Antonius Gege Hadjon ( 16/9).

Dia menyebutkan ini merupakan implementasi dari Peraturan Bupati Flores Timur Nomor 49 Tahun 2017 Tentang Pakaian Dinas bagi Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Flores Timur. Dimana mewajibkan setiap ASN mengenakan pakaian adat pada setiap hari Senin pertama dalam bulan dan setiap hari Kamis.

“Semua sekolah pada hari Kamis sudah banyak meninggalkan baju dari bahan batik dan sekarang kembali kepada bahan bermotif daerah kita, ujar Bupati Anton Hadjon

Seluruh masyarakat Lamaholot, kata Bupati Antonius Gege Hadjon adalah pemilik budaya yang sesungguhnya. Budaya lamaholot tumbuh dan berkembang dalam setiap masyarakat adat lamaholot. Bisa dipastikan dalam perjalanan waktu banyak budaya lamaholot yang sudah terlupakan.

“ Karena itu melalui Festival Lamaholot yang diselenggarakan tersebut,menjadi salah satu cara dalam membangkitkan kembali kebanggaan masyarakat Lamaholot terhadap budayanya sendiri. “Manusia yang kehilangan akarnya dia tidak akan memiliki jalan yang bagus menuju masa depannya, ujarnya. ( Usif)


Reporter: Usif


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here