Masuk Tatanan New Normal, Begini Pesan Camat Laenmanen – Malaka

25

BETUN,fokusnusatenggara.com- Kendati saat ini Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur masuk dalam zona hijau Covid-19, serta berada dalam tatanan new normal hidup baru pendemi Covis-19, tidak membuat masyarakat di kabupaten paling bungsu tersebut jumawa. sikap waspada akan penyebaran virus yang mematikan ini terus dilakukan.

Seperti yang terjadi di Kecamatan Laenmanen, kecamatan yang seluruh wilayah administratifnya terletak di wilayah Foho (Sebutan daerah gunung dalam bahasa Malaka,red), terus melakukan langkah antisipasi dan waspada. Bahkan himbauan serta edukasi kerap dilakukan oleh pemerintah kecamatan hingga RT.

Kepada fokusnusatenggara.com, Camat Laenmanen, Blasius Berek Bau mengingatkan agar masyarakat terus waspada dan taat kepada Protokol Pengamanan dan Pencegahan Covid-19. Bahkan sebagai kecamatan yang letaknya persis di pintu masuk wilayah Malaka dari Kabupaten TTU dan Belu, Camat Blasius tegaskan soal sikap waspada kepada para pendatang dan pelintas batas wilayah.

“ Kalau di Laenmanen, kami terus himbau agar masyarakat tetap patuh dan taat. Bahkan pintu batas di Nurobo,  kami terus perketat untuk pelintas batas yang lewat setiap hari, dengan terus mendata identitas serta tujuan ke Malaka. Apabila ada pendatang yang hendak menginap atau tinggal permanen, wajib melakukan karantina selama 14 hari,” ungkap Camat Blasius, di Betun, 6 Agustus 2020.

Bahkan dalam setiap rapat bersama desa, serta kunjungan ke wilayah kecamatan, dirinya selalu berpesan agar masyarakat taat dan ikuti semua Protap Covid-19. Bentuk edukasi yang dilakukan adalah mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap mengenakan masker saat bepergian, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir usai melakukan aktivitas, tetap jaga jarak berinteraksi, dan hindari keramaian.

“Jadi saya minta masyarakat untuk terus pakai masker, cuci tangan, jaga jarak dan hindari kerumunan. Sebab penyakit dan wabah ini belum hilang, dan belum ada pengumuman resmi dari pemerintah akan berakhirnya wabah ini. Untuk itu, standar pengamanan diri terus dilakukan, agar semua masyarakat di Laenmanen, terhindar dari virus ini,” pintanya.

Sedangkan untuk himbauan Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran, terkait dengan pelaksanaan Acara HUT RI, 17 Agustus 2020, yang berada dalam tatanan new normal,  agar sepanjang Bulan Agustus 2020, seluruh warga masyarakat Kabupaten Malaka mengibarkan bendera merah putih di setiap pekarangan rumah serta menanam umbul-umbul, menurut Camat Blasius, himbauan ini sudah disampaikan, dalam bentuk sosialisasi kepada masyarakat. sejauh ini, masyarakat sudah lakukan hal tersebut.

“Untuk Laenmanen, kami sudah minta masyarakat untuk ikuti himbauan itu, dan saat sekarang semuanya berjalan dengan baik, walau ada beberapa rumah yang belum pasang, tetapi hampir keseluruhan di wilayah ini sudah jalankan himbauan itu,” ujarnya.

Kecamatan Laenmanen adalah kecamatan yang berjarak sekira 28 KM ke arah utara dari ibu kota Kabupaten Malaka melalui Botin Leobele dan Malaka Timur.  Ibu kotanya berada di Desa Tniumanu. Sebagian besar masyarakatnya berbahasa Dawan dan Tetun. Kecamatan ini membawahi beberapa desa diantaranya, Bisesmus, Boni Bais, Kapitan Meo, Meotroi, Nauke Kusa, Oenaek, Tesa, Tniumanu dan Uabau. (fatur)

 

 

 

Comments
Loading...