KPUD NTT Optimis Pemilu Berjalan Sesuai Tahapan

  • Bagikan

Kupang, fokusnusatenggara.com, 11 April 2019
Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Provinsi NTT, Thomas Dohu mengatakan, optimis penyelenggaraan Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legilastif (Pileg) serentak pada Rabu, 17 April di NTT dapat berjalan dengan baik, sesuai tahapan-tahapan yang telah ditetapkan. Karena itu KPUD terus berupaya optimal agar pendistribusian logistik pemilu dapat sampai ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) sesuai tenggat waktu yang ditetapkan.

“Dari sisi persiapan yang ada kami yakin bahwa pelaksanaan pemilu di NTT pelaksanaannya dapat berjalan sesuai dengan jadwal yang ditetapkan,” kata Thomas Dohu saat menjadi narasumber pada Pertemuan Badan Koordinasi Kehumasan (Bakohumas) Lingkup Pemerintah Provinsi NTT di Hotel Ima, Kamis (11/4).

Menurut Thomas Dohu, konsentrasi KPUD dalam limit waktu 6 hari ke depan adalah perlengkapan pemungutan suara khususnya surat suara. Untuk surat suara pengganti yang rusak, sedang dicetak di perusahaan penyedia yang ditetapkan KPU RI. “ Tim dari KPUD Provinsi sedang berada di tempat percetakan. Kami optimis bahwa paling lambat 12 April surat suara itu sudah tiba di KPUD Kabupaten/ Kota ,” kata Thomas Dohu.

Baca Juga :  34 Santri Magetan Asal Manggarai Barat Jalani Rapid Test Satu Reaktif

Dalam tenggat waktu sisa ini, tutur Thomas, KPUD akan mengupayakan secara optimal langkah-langkah teknis yang dibutuhkan untuk memaksimalkan partisipasi masyarakat pada pemilihan serentak pada 17 April. Petugas-petugas lapangan dari KPUD seperti Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) akan secara aktif mendatangi rumah-rumah masyarakat untuk melakukan pendaftaran pemilih mulai tanggal 12 April.

Baca Juga :  PDIP NTT Optimis Raih 4 Kursi Di Senayan

“ Selain mendatangi para pemilih, KPUD juga akan mengumumkan waktu dan tempat pemungutan suara di tempat-tempat umum, di rumah ibadah dan mobil pengumuman keliling. Minggu nanti semua rumah ibadah akan diumumkan agar masyarakat bisa datang ke TPS 17 April ambil bagian ,” katanya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu NTT, Thomas Djawa mengatakan bahwa pihaknya akan terus memantau perkembangan tahapan pemilu. Termasuk netralitas TNI Polri dan ASN. “Untuk pelanggaran netralitas ASN, yang paling tinggi adalah di Sumba Timur. Sementara di Kabupaten Kupang, tiga hari lalu, Bawaslu memproses salah satu caleg yang lakukan money politik sampai ke pengadilan serta diputuskan hukuman percobaan.

  • Bagikan