ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Ketua PWNU NTT Sesalkan 26 Warga Sumba Barat

  • Bagikan

Kupang, fokusnusatenggara.com / 21 Mei 2019
Ketua PWNU NTT Drs Jamal Ahmad ,MM menyesalkan sikap dan nekadnya 26 warga muslim Kabupaten Sumba Barat yang nekad ikut aksi di Jakarta 22 Mei 2019 mendatang dan ditangkap di Polres Banyuwangi Jawa Timur 19 Mei 2019 lalu .

“ Begitu mengikuti perkembangan media, yang pertama saya kaget, sesalkan dan kecewa. Kok bisa 26 warga muslim Sumba Barat bisa lolos dari Sumba Barat dan ditangkap di Banyuwangi. Apalagi mau ikut aksi demo 22 Mei 2019 yang versi mereka demo jihad ,” Drs Jamal Ahmad, MM kepada fokusnusatenggara.com ( 21/5).

Ketua PWNU NTT Drs Jamal Ahmad, MM

Kekecewaan dan kesalnya kata dia karena di NTT cukup aman dan sikap toleransi antar umat beragama dan masyarakat cukup baik, penuh harmonis. Dan soal pemilu 17 April 2019 lalu di NTT berjalan aman dan lancar. Semua juga telah menerima hasilnya.
“ Negara kita ini Negara hukum. Jika tidak puas dengan pilpres kan menempuh jalur konstitusional, gugat di MK. Kok pakai jihat segala. Karena itu saya harapkan aparat penegak hukum, Polres Banyuwangi memproses hukum mereka sampai tuntas ,” kata Drs Jamal Ahmad, MM.

Baca Juga :  Sosialisasi SP 2020 dan Workshop Wartawan Menuju Satu Data Indonesia

Dia menegaskan, jangan hanya mereka 26 orang ini yang diproses hukum saja, tetapi penyidik Polres Banyuwangi juga memproses, menggali hingga aktor intelektualnya. “ Sebagai tokoh muslim dan Ketua PW NU saya minta aparat penegak hukum usust sampai tuntas. Termasuk menggali sampai aktor –aktor yang memfasilitas dan memberangkatkan mereka ,” tegas Drs Jamal Ahmad, MM.

Baca Juga :  Butuh Rekomondasi Menggali Kembali Nilai Budaya Lamaholot

Menjawab pertanyaan bahwa warga masyarakat Sumba Barat mengultimatum 26 warga yang ditangkap ini untuk tidak boleh kembali, Drs Jamal Ahmad, MM secara diplomatis mengatakan mungkin ini sikap emosional.

  • Bagikan