ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Ketua PWNU NTT Jadi Ketua Panitia Pesparani Nasional 2020

  • Bagikan

Kupang, fokusnusatenggara.Com / 25 April 2019

Menteri Agama mempercayakan NTT sebagai tuan rumah Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) tingkat Nasional II Oktober 2010 mendatang. Kercayaan ini ditandai dengan penyerahan SK menteri Agama oleh Ketua Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesta Paduan Suara Gerejani Katolik (LP3K) Nasional Prof. Adrianus Meliala kepada Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, Rabu 24 April 2019.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat mengajukan dan menunjuk Ketua PWNU (Pegurus Wilayah Nahdlatul Ulama) NTT sebagai Ketua Panitia Pesparani (Pesta Paduan Suara Gerejani) Nasional Tahun 2020 yang diselenggarakan di Kota Kupang. Hal itu merupakan bentuk nyata dari semangat kebersamaan dan toleransi di NTT.
“Saya usulkan dan tunjuk Ketua PWNU NTT sebagai Ketua Panitia Pesparani Katolik Nasional Tahun 2020. Kita ingin mengedepankan semangat kebersamaan dalam membangun daerah ini. NTT harus bisa menjadi inspirasi nilai-nilai kebangsaan dan kebhinekaan bagi Indonesia ,” kata Gubernur NTT saat menerima audiensi dari Ketua Umum Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Nasional (LP3KN), Prof. Adrianus Meliala, Ph. D bersama rombongan di Ruang Kerja Gubernur.

Baca Juga :  Soal Relokasi Penduduk Pulau Komodo Msih Tunggu Kajian
Dari kiri ke kanan : Romo Koko dari KWI, Dirjen Bimas Katolik, Ketum LP3KN, Gubernur dan Ketua LP3KD NTT

Dia menyatakan, pengajuan Ketua Panitia tersebut sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan terhadap NU sebagai salah satu organisasi muslim terbesar, yang bersama Muhammadiyah telah setia menjaga dan merawat nilai-nilai kebangsaan di negara ini. Pemerintah Provinsi terus mendorong agar NTT menjadi tempat bersemainya semangat toleransi yang nyata, di mana orang dari seluruh pelosok negeri dapat belajar tentang makna kerukunan antara umat beragama.
“Pada hari minggu lalu saat mengikuti acara kebaktian paskah di Gereja Lahairoi, Desa Tesbatan, Amarasi, ada suatu hal yang sangat menarik dan menggugah saya. Di mana Remaja Masjid juga turut mengiringi upacara kebaktian dengan dengan memainkan alat musik rebana. Ini sungguh suatu kebersamaan dan toleransi yang luar biasa. Orang-orang dari kota dan daerah lain mesti datang belajar di tempat seperti ini ,” jelas Viktor Bungtilu Laiskodat.

  • Bagikan