Kerajinan Anyaman, Sumber Penghasilan Alternatif  Warga Dualaus

0 53

ATAMBUA,fokusnusatenggara.com- Selain bercocok tanam dan nelayan, saat ini ada teroboson baru yang diterapkan warga Desa Dualaus, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

DualausKerajinan rumah tangga berupa mengayam cindera mata yaitu tas, tempat sirih, dan pernak pernik pintu berbahan daun pandan dan daun lontar ini, mampu menambah pengahasilan mereka. Bahkan kerajinan mengayan ini adalah sumber penghasilan alternatif bagi warga yag berbatasan dengan negara Timor Leste tersebut.

Ketua Dekranasda Kabupaten Belu, Vivi NG, pada pekan lalu melakukan kunjungan ke desa tersebut, diantara para ibu pengayam memberikan apresiasi atas kreatifitas yang dikembangkan warga desa Dualaus.

Menurutnya, sikap yang ditunjukan warga Dualaus adalah bentuk kreatifitas bagi kaum ibu dalam menopang perekonomian keluarga mereka.

“ Saya berikan apresiasi akan kreatifitas yang dimiliki para ibu di sini. Tugas kami pemerintah dan dekranasda adalah mendorong semangat ini, dengan memberikan pelatihan serta pendampingan agar lebih terkoordinasi baik produk maupun pemasaran,” jelasnya.

Ditambahkannya, kedepan pemerintah akan memberikan perhatian yang serius akan kreatifitas warga Dualaus. Pendidikan dan pelatihan soal meramu warna dan motif adalah hal yang akan menjadi langkah utama.

Sementara itu, Palmira Lopez, warga Desa Dualaus mengaku, usaha yang dilakukan saat ini sudah digeluti sejak 1999. Bahkan hasil produksi anyaman mereka bisa membantu perekonomian keluarga.

“Kami mulai menganyam sejak tahun 1999. Hasilnya kami bisa bayar uang sekolah anak, dan kebutuhan dapur dalam rumah tangga,” ungkapnya. (Robert Bria Seran/humas setda belu/fatur)

Foto : Anis Manek

 

Comments
Loading...