ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Kementrian P dan K Dukung Pemkab Flores Timur Gelar Fertival Seni Dan Lamaholot

  • Bagikan

Kupang, fokusnusatenggara.com /8 September 2019

Pihak Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan dalam hal ini Direktorat Kebudayaan bersama Pemerintah Kabupaten Flores Timur menggelar Festival Lamaholot. Dalam festival yang akan dilaksanakan di Desa Bantala Kecamatan Lewolema, Rabu 11 Mei 2019 ini akan diisi dengan sejumlah atraksi budaya daerah Lamaholot.

“ Ini festival seni budaya Lamaholot Flores Timur 2019 dengan nama Nubun Tawa “. Festival ini akan dilangsungkan di Desa Bantala dibuka Direktur Kesenian Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Restu Gunawan ,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan kebudayaan Flores Timur, Aplonia Corebima ( 8/9).[sc name=”BACA”]

Baca Juga :  DPRD Akan Tinjau Kerusakan Jalan Nangaroro – Maunori

Dia menyebutkan pada acara pembukaan hari pertama nanti akan diisi dengan tarian Sason oleh Komunitas adat Baipito, Sadok Nonga oleh Komunitas adat lewolema dan atraksi lain seperti tenun. “ Festival ini adalah yang kedua kalinya. Dan untuk tahun ini kami bekerja sama dengan pihak Direktorat jenderal Kebudayaan Kementrian Pendidikan dan kebudayaan. Kami sharing program maupun dananya ,” jelas Aplonia Corebima.

Baca Juga :  Di TTU, Petugas PPL Diduga ‘Makan’ Uang Kelompok

Lanjut Aplonia, hari berikutnya Kamis 12 September 2019 akan diisi dengan atraksi Leon Tenada oleh komunitas adat Lewolema, Permainan tradisional Kote oleh anak –anak SD se Lewolema, atraksi dan pameran tenun. “ Hari berikutnya Jumad 13 September 2019 akan dilaksanakan sarasehan budaya di aula Paroki Gereja Weri Larantuka. Nara sumbernya selain dari Jakarta juga ada juga budayawan asal NTT ,” ujar Aplonia.

Baca Juga :  Bupati Kupang Lantik 10 Pejabat Pimpinan Pratama

Acara festival Lamaholot Flores Timur ini jelas Aplonia, akan dilanjutkan Sabtu dan Minggu di Pulau Adonara. “ Disini akan diisi dengan atraksi Titi jagung oleh masyarakat Adonara, silat kampung oleh komunitas adat Kecamatan Adonara Timur, Ritus Tikus oleh Sanggar Kiwangona dan atraksi Ragam Sole ,” jelas Aplonia Corebima.[sc name=”InArticle”]

  • Bagikan