Kemenag NTT Harus Berkolaborasi Dengan Pemprov Bangun NTT

0
64
Loading...

Kupang, fokusnusatenggara.com / 10 Februari 2020

Kanwil Kementrian Agama NTT dan jajarannya diharapkan dapat berkolabrasi dengan Pemprov membangun NTT. Harus bahu membahu membangun sehingga secara bertahap dapat mengaluarkan NTT dari Provinsi termiskin ketiga di Indonesia.

“ Saya harapkan jajaran Kanwil Agama se NTT berkolaborasi, bersinergi dengan Pemprov ikut membangun NTT. Selain membangun kehidupan sosial budaya dan agama, harus juga membagun sumber daya manusia (SDM) yang mapan dari cara berpikir hingga implementasinya ,” kata Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat saat memberikan arahan pada Raker jajaran Kemenag NTT di Hotel Kristal Kupang ( 8/2).

Lebih lanjut Gubernur Viktor juga minta agar jajaran Kantor Wilayah Kementrian Agama (Kemenag) Provinsi NTT untuk membantu pemerintah dalam mendata Kehamilan dan kelahiran anak yang ada di wilayah NTT.

“ Provinsi NTT masih menjadi penderita stunting tertinggi. Karena saya harapkan jajaran Kemenag ikut membantu masalah ini. Antaranya dengan membantu mendata angka kelahiran karena soal stunting banyak diderita anak yang lahir diluar nikah ,” jelas Viktor Bungtilu Laiskodat.

Dengan membantu mendata angka kehamilan dan kelahiran ujar Gubernur Viktor, tentu sudah membantu program pemerintah soal stunting ini.

“ Kendala yang menyebabkan stunting tinggi di NTT ini terutama banyak anak yang lahir diluar nikah. Pasangan ini tidak memiliki kartu keluarga sehingga tidak mendapatkan bantuan program bantuan gizi. Karena itu saya minta agar tolong membantu masalah ini ,” ujarnya.

Menurut Gubernur VIktor untuk menangani masalah kemiskinan dan stunting di NTT perlu ada laporan data ibu hamil dan data kelahiran setiap tahun.

“Tolong sampaikan saja kalau sudah hidup bersama, belum nikah resmi karena masalah adat masih belum mengizinkan, nikahkan saja secara agama, sehingga proses kepengurusan administrasi pendududk cepat. Karena pernikahan yang sah itu, secara hukum adalah pernikahan secara agama ,” tandas Viktor Bungtilu Laiskodat.

Di Kabupaten Timor Tengah Selatan ( TTS ) banyak masalah kemiskinan tetapi bantuan Pemerintah susah karena tidak ada KTP dan KK.
“ Saya panggil Bupati dan tanya kenapa ini bisa terjadi ? Bupati bilang belum ada Kartu Keluarga karena belum menikah secara agama, terhalang adat, belum bayar belis ( mas kawin). Saya bilang urus saja kasih nikah supaya cepat selesai biar bisa dapat bantuan pemerintah. Belis, adat mas kawin belakangan saja ,” jelas kata Viktor Bingtilu Laiskodat.

Mulai tahun 2020 ini tegas Viktor setiap kehamilan harus di ketahui pemerintah sehingga proses pelayanan maupun pemberian bantuan jelas. Karena banyak bantuan pemerintah yang tidak bida diberikan karena terbentur karena belum memiliki KK.

“Pimpinan Kanwil agama di NTT harus mampu membuat desain untuk di ketahui oleh pemerintah. Entah kehamilan itu sah atau tidak perlu di ketahui. Karena kita harus apakah ibu habil itu cukup gizi atau tidak.kalau tidak maka kita siapkan bantuan gizi tambahan ,” katanya.

Dia menambahkan,dalam pelayanan agama, para tokoh agama harus bersikap cerdas dan mampu menjalankan tugas dengan baik. Dengan demikian menjadi teradan baik bagi umat maupun masyarakat. Bekerja dengan berkeyakinan penuh, maka segala cita-cita akan tercapai dengan baik.

“Agama harus moderat soal manusia. Moderatnya bukan manusia tetapi agamanya yang harus moderat. Manusia tidak punya iman jika tidak mengenal Allah. Allah adalah sumber dari segala iman,”ujar mantan aggota DPR RI itu.

Sementara Kakanwil Kemenag Provinsi NTT, Sarman Marselinus mengatakan rapat kerja ini dihadiri semua jajaran kemenag NTT untuk membahas program –program kementrian agama yang sudah dibahas di Rakornas kali lalu.

“ Raker ini antaranya membahas program-program Kementrian Agama yang sudah di sepakati pada rakornas. Hasil Raker itu akan diimplementasikan dalam pembangunan di provinsi NTT demi mendukung program NTT Bangkit, NTT Sejahtera ,” kata Sarman Marselinus.


Reporter: Usif


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here