Kemampuan Sains Anak NTT Membanggakan.

  • Bagikan

Kupang, fokusnusatenggara.com / 30 Agustus 2019
Kualitas anak-anak NTT memiliki tidak kalah dengan daerah lainnya. Walaupun kemampuan literasinya sangat rendah, namun tingkat kemampuan sainsnya sangat membanggakan.

“ Kemampuan sains dari anak-anak NTT jauh lebih tinggi dari nasional. Kalau secara nasional, rata-rata kemampuan sain hanya sekitar 1,1, anak-anak kita punya kemampuan lebih dari itu yakni sebesar 1,8 ,” kata Wagub NTT Josef Nae Soi dalam sambutannya pada pembukaan kegiatan Pelatihan Gugus Tugas Kota Layak Anak (KLA) Dengan Analisis Pengarusutamaan Hak Anak (RUHA) Tingkat Kabupaten/Kota se-NTT di Hotel Neo Aston ( 29/8).

Sesuai release Humas Pemprov ( 30/8), Wagub Josef menyebutkan data ini terungkap dalam pertemuan fokus Konsultasi Regional untuk Wilayah Nusa Tenggara atas Rancangan Awal RPJM 2020 sampai dengan 2024 di Labuan Bajo pada Senin (26/8).
Lebih lanjut Josef Nae Soi mengemukakan anak-anak NTT punya kemampuan nalar dan menangkap ilmu pengetahuan yang cukup tinggi. “ Kalau diransang dan dimotivasi akan sangat berkembang bahkan bisa melakukan semacam quantum leap atau loncatan kuantum secara lebih cepat ,” jelas Josef Nae Soi.

Baca Juga :  Golkar Resmi Dukung Agus Taolin Dan Alo Haleserens Di Pilkada Belu

Menurut Josef, pengembangan KLA dapat menjadi strategi agar semakin meningkatkan kualitas anak-anak NTT. Setiap anak perlu diberi ruang yang seluas-luasnya untuk hidup, tumbuh, berkembang dan berpatisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabatnya.

“Anak adalah titipan Tuhan yang sangat istimewa. Warisan yang tak ternilai. Jangan samakan dunia kita dulu dengan dunia mereka sekarang. Apa yang mungkin baik pada masa kita dulu, belum tentu sesuai dan mungkin tidak bisa diterapkan lagi pada dunia anak-anak sekarang,” ujar Josef Nae Soi.

Baca Juga :  Stok Sembako di Kupang Masih Stabil Ditengah Wabah Corona

Politisi Partai Golkar tersebut mengungkapkan, dunia anak-anak adalah dunia bermain. Karenanya dalam Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), anak-anak tidak boleh dibebani dengan perkenalan akan pelajaran-pelajaran tertentu. Mereka harus difasilitasi dan diberi ruang untuk lebih banyak bermain bersama dengan rekan-rekan seusianya. Saat ada waktu luang, anak-anak dapat diarahkan untuk mempelajari seni dan budaya.
“Di NTT, kita masih punya banyak pekerjaan rumah terkait pemenuhan hak-hak anak di antaranya belum semua anak punya akte kelahiran. Belum dimasukannya pemenuhan hak anak dalam perencanaan baik di tingkat Provinsi, Kabupaten/Kota maupun di tingkat Desa ,” katanya.

Baca Juga :  Bupati Agas Lantik Lima Pejabat Pemda Matim

Selain itu ujar Josef, masih adanya kekerasan fisik maupun verbal terhadap anak. Masih adanya stunting dan gizi buruk, minimnya fasilitas pendidikan dan kesehatan di daerah khususnya di desa serta persoalan bantuan hukum terhadap anak-anak yang tersangkut masalah. “ Karena itu penguatan KLA ini menjadi langkah penting dalam meminimalisir permasalahan ini ,”kata Josef Nae Soi.

  • Bagikan