Jadikan Pariwisata Sebagai Lokomotif Penggerak Ekonomi

0
109

KUPANG, fokusnusatengga.com / 10 Juli 2019

Bila kita berbicara tentang pariwisata, itu berarti kita berbicara mengenai cita rasa dan imajinasi. Harus punya pemikiran yang baik untuk mendesain potensi yang ada. Pariwisata ini juga sebagai penggerak utama atau prime mover ekonomi kita di NTT

Pernyataan tersebut diungkapkan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat saat membuka kegiatan Forum Strategis Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan Di Provinsi Nusa Tenggara Timur bertempat di Ruang Rapat Asisten II, Kantor Gubernur NTT pada Senin (8/7).

Gubernur Viktor Laiskodat mengatakan, pentingnya integrasi dalam membangun pariwisata. “Memang tidak gampang dalam membangun pariwisata. Harus punya pemikiran yang baik dan harus berintegrasi. Berbicara pariwisata ini berarti kita berbicara lintas sektor mulai dari lingkungan, sosial hingga budaya”, jelas Viktor Bungtilu Laiskodat.

“Pariwisata itu menyentuh semua aspek kehidupan manusia. Saya mau kita mulai dari teman-teman di Pemprov dan Pimpinan di daerah untuk mengadopsi pemikiran ini sehingga bisa bekerja menumbuhkembangkan pariwisata,” jelas Viktor Bungtilu Laiskodat.

Dia mengatakan pernah membuat penelitian tentang pariwisata di Desa Waturaka, Ende. “Saya juga belajar dan pernah membuat sebuah penelitian tentang pariwisata, tepatnya di Desa Waturaka di bawah kaki gunung kelimutu. Mereka didampingi oleh beberapa NGO dan mereka mampu mentransformasi pertanian konvensional menjadi pertanian pariwisata sehingga mereka bertumbuh luar biasa. Ini merupakan contoh bagi kita dalam mengembangkan pariwisata,” ujar Viktor Bungtilu Laiskodat.

Sementara itu Tenaga Ahli Kementerian Pariwisata Bidang Pengembangan Pariwisata berjkelanjutan, Valerina Daniel, menjelaskan pentingnya pariwisata berkelanjutan bagi manusia.

“Pariwisata selama ini hanya memikirkan bagaimana mendatangkan pengunjung yang banyak tanpa memperhatikan adanya sampah atau dampak lingkungan lainnya” jelas Valerina Daniel.
Dia menyebutkan PBB pada tahun 2015 mengeluarkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals yang disingkat SDG.

“ Kita mengadopsi 3 poin dari 17 poin yakni menciptakan pembangunan yang inklusif . Ini untuk menyediakan pekerjaan bagi masyarakat lokal yang dimaksudkan adalah masyarakat lokal juga merasakan manfaat bukan hanya pengunjung ,” kata valerian Daniael.

Berikutnya jelas Valerina Daniel untuk, memastikan konsumsi dan pola produksi yang berkelanjutan dan bertanggung jawab yang mana kita juga memikirkan masalah sampah lingkungan. “ Sementara yang ketiga bagaimana kita bisa mengkonservasi kekayaan laut ,” kata Velerina.

Menurutnya, pembangunan pariwisata yang berkelanjutan harus memperhatikan beberapa hal penting diantaranya memperhitungkan dampak ekonomi, sosial serta lingkungan dan memperhitungkan dampak tersebut untuk saat ini dan masa depan, serta bagaimana memenuhi kebutuhan industri dan melibatkan masyarakat.

“Kita punya regulasi Peraturan Menteri Pariwisata No. 14 tahun 2016 yang mengatur tentang Pedoman Destinasi Pariwisata Berkelanjutan,” ujar Valerina. (Usif)


Reporter: Usif


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here