GP Ansor Minta Warga Diaspora NTT Tidak Mudik Idul Fitri 2020

0 1.364

Kupang, fokusnusatenggara.com / 21 April 2020
Ditengah pandemic Corona sekarang ini jJajaran pengurus Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Nusa Tenggara Timur menghimbau warga Diaspora NTT diluar untuk tidak pulang mudik dibulan suci Ramadhan 1441 H tahun 2020.

“Sebagai Organisasi Pemuda yang berlatar agama kami berharap kepada saudara/saudari kami agar tidak bermudik dulu selama bulan suci Ramadhan maupun jelang hari Raya Idul Fitri 1441 H. Kami minta kita saling memahami mengingat pandemi wabah Corona sekarang ini. Kita harus mengikuti arahan pemerintah ,” kata Ketua GP Ansor NTT, Ajhar Jowe ( 21/4).
Menjelang memasuki bulan suci Ramadhan 1441 H tahun 2020 yang akan tiba beberapa hari lagi jelas Ajhar Jowe agar sesame saudara warga diaspora NTT diluar memahami. Karena kondisi pandemic Coronoa, Civid -19 ini belum jelas kapan berakhir.

“ Wabah ini terus berkecambuk. Saat ini jumlah orang berstatus ODP dan PDP serta yang positif Covid-19 terus bertambah ditanah air dari beberapa minggu sebelumnya. Karena itu sekali lagi kami minta urungkan niat untuk tidak bermudik dulu ,” jelas Ajhar Jowe.

Berdasarkan data Pendemi Covid-19 secara Nasional lanjut Ajhar Jowe, diketahui secara bersama zona merah di beberapa wilayah saat ini sangat memprihatinkan. Jangan sampai saudara-saudari kita yang bermudik membawa dampak yang kurang baik terhadap NTT.

“Mari kita ikuti himbau Pemerintah untuk memutus mata rantai Covid-19 ini. Caranya kita tetap berada dirumah atau tidak berpindah tempat dulu. Termasuk jangan mudik ,”katanya.
Menurut mantan Wartawan senior NTT ini berdasarkan potret mudik tahunan di NTT sat Idul Fitri, banyak warga NTT diluar NTT yang pulang mudik dalam jumlah besar. Karena itu untuk tahun ini semua urungkan niat dan ikuti arahan, himbauan pemerintah.

“Jika himbauan pemerintah kita sama-sama indahkan, insya Allah sudah membantu mencegah penyebaran virus Covid-19. Hanya dengan cara kita berdiam di rumah, beribadah di rumah, mengikuti semua protokol Covid -19, kita sudaah membantu memutus mata rantai ,” ujar Ajhar Jowe.

Selain itu, Ajhar Jowe meminta kepada pemerintah selama bulan suci Ramadhan agar lebih serius memantau aktivitas atau pusat belanja di beberapa wilayah di Kota Kupang dan daerah lainnya di NTT. Menghimbau agar terjadi kerumunan massa.
Karena menjelang bulan puasa maupun Idul Fitri banyak pedagang yang membuka khusus untuk jajan khas buka puasa. Karena itu Pemerintah diminta untuk bisa meminimalisir ini.
“ Karena ketika itu dibuka berkemungkinan besar warga datang belanja. Nah ketika proses itu terjadi maka indikasi penyebaran akan terus terjadi melalui berbagai media pengantar,” ungkap Ajhar Jowe.

Comments
Loading...