Gereja Memiliki Peran Penting untuk Pembangunan di Kabupaten Kupang

260

KUPANG,fokusnusatenggara.com- Gereja atau lembaga ibadah, diharapkan menjadi mitra pemerintah guna proses perceoatan pembangunan di daerah. Gereja harus menjadi motor penggerak bagi jemaat dan umat, yang juga menjadi bagian masyarakat.

“Saya apresiasi jemaat Pniel Tefneno Koroto yang secara swadaya melakukan renovasi gereja. Apa yang telah dilakukan jemaat sangat luar biasa, berani memulai dan melangkah. Kita tidak akan sampai ditujuan jika tidak melangkah. Untuk itu perlu langkah pertama untuk bisa sampai pada tujuan tersebut ,” kata Bupati Kupang, Korinus Masneno Ungkap Masneno dalam acara acara peletakan batu pertama renovasi pembangunan gereja Pniel Tefneno ( 16/7).

acara acara peletakan batu pertama renovasi pembangunan gereja Pniel Tefneno ( 16/7).

Lebih lanjut Bupati Korinus Masneno menyatakan, bahwa Gereja mempunyai peran penting dalam membangun masyarakat. Membangun manusia Kabupaten Kupang seutuhnya ialah bagaimana kita membangun manusia yang mempunyai iman spiritual yang baik serta memiliki ilmu pengetahuan dan ekonomi yang baik pula.

“Gereja merupakan pilar penting pembangunan. Karena itu saya minta berkolaborasi dengan Pemerintah dalam membangun sumber daya manusia KabupatenKupang seutuhnya ,” katanya.

Membangun manusia Kabupaten Kupang seutuhnya kata Korinis Masneno, adalah bagaimana kita membangun manusia yang mempunyai iman spiritual yang baik serta memiliki ilmu pengetahuan dan ekonomi yang baik pula.

“ Saya yakin dengan membangun manusia yang seutuhnya harapan untuk mewujudkan Kabupaten Kupang yang maju, selanjutnya mandiri dan sejahtera dapat diwujudkan.

Ketua Majelis Jemaat Pniel Tefneno Korooto Pendeta Papi A.Ch. Zina, S.Th mengungkapkan gedung kebatian Jemaat Pniel berusia lebih kurang 15 tahun. “ Namun dalam beberapa tahun terakhir kurang nyaman digunakan dikarenakan gedung Kebaktian dalam kondisi rusak dan dalam cuaca hujan airnya merembes masuk lewat palfon. Karena itu sejak 2014 – 2018 bersama 238 KK jemaat secara swadaya kami berupaya mengumpulkan uang untuk merenovasi gereja ini. Per KK Rp 1 Juta dan berhasil terkumpul Rp 1,1 miliar dari total dana Rp 1,9 miliar ,” kata Pendeta Papi A.Ch. Zina, S.Th

Wakil Ketua Klasis Amarasi Timur Pendeta Fernando Paulus, S.Th dalam sambutannya menyatakan harapan agar kebersamaan dan kekompakan yang telah terjalin di tengah Jemaat terus dipertahankan hingga bisa bisa menyelesaikan pembangunan gedung kebaktian ini secara baik. (usif)

Comments
Loading...