Festival Panggil Ikan Dugong Harus Jadi Pariwisata Internasional

0 64

KUPANG, fokusnusatenggara.com / 23 Juli 2019

“Kita akan terkenal karena ada cerita. Festival Panggil ikan Dugong ini adalah tradisi yang ada dan menjadi kekayaan yang kita miliki. Ini harus menjadi daya tarik internasional,” demikian kata Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat pada acara Festival Panggil Ikan Dugong yang diadakan di Pantai Wisata Mali Kabupaten Alor pada, jumat 19/7/2019.

Viktor menjelaskan Festival panggil ikan dugong ini harus dikemas dengan lebih baik lagi sehingga mendatangkan turis pariwisata yang terkenal sehingga memiliki nilai jual yang tinggi.

“Maka dari itu masyarakat diharapkan agar mampu memproduksi hasil olahan dari alam sekitar agar dapat meningkatkan nilai ekonomi dan dapat dipasarkan juga disini,” Pinta Gubernur.[sc name=”BACA”]

“Saat ini sudah memiliki 40 persen kurang 50 persen. Kedepan kita harus mendeskripsikan dengan baik tentang pariwisata seperti makanan, minuman, belanja sehingga ekonominya meningkat” kata Gubernur.

Gubernur Viktor juga menyampaikan apresiasinya kepada Bapak Onesimus Laa atas kemampuannya untuk memanggil Ikan Dugong salah satu spesies laut yang dilindungi serta belum banyak mendapat perhatian masyarakat.
“kita harus bangga memiliki orang seperti dia. Dia sangat berperan disini. Terima kasih Bapam Onesimus Laa”, tambahnya.

Pada kesempatan yang sama Bupati Alor juga menyampaikan apresiasinya kepada Gubernur beserta rombongan yang sudah hadir dalam acara tersebut.
“biar masyarakat alor dikatakan miskin harta tetapi tidak miskin harga diri dan kepercayaan diri. Kami ada disini lewat budaya dan tradisi kami,” kata Amon Djobo.

Sementara itu Ir. I Wayan Darmawa, MT, Kadis Pariwisata Provinsi NTT dalam laporannya mengatakan, Kabupaten Alor memiliki lima potensi wisata diantaranya Wisata Taman Laut, Diving dan Snorkling, Pancing Mania, Wisata Budaya Takpala dan Bampalola.
Kehadiran Gubernur beserta rombongan disambut dengan persembahan dua lagu, kami ucapkan selamat datang dan Tanah Air, oleh siswa siswi SD Gmit Pulelang, tarian caka lele dan lego lego dari sanggar Eheng hulu yang artinya beringin berlukis/bersejarah dari suku Kabola.


Reporter: Ivan


Comments
Loading...