Festival Gamal Dan Bangun SMK Di Desa Pusu, Kabupaten TTS

0 55

Soe, fokusnusatenggara.com/ 5 Agustus 2019

Melihat potensi para pemuda di Desa Pusu Kecamatan Amanuban Timur yang sangat kreatif ini perlu ditopang dengan sebuah lembaga pendidikan menengah. Karena itu akan didirikan sebuah sekolah menengah kejuruan ( SMK ), khusus jurusan pertanian dan pariwisata.

“ Wilayah ini sangat potensial alamnya dari sisi pertanian dan pariwisata. Karena itu tahun 2020 mendatang potensi ini akan diberdayakan dengan mendirikan sebuah SMK khusus untuk jurusan pertanian dan pariwisatra ,” kata Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat ketika menghadiri acara Peresmian Sarana Air Bersih di Desa Pusu, Kecamatan Amanuban Timur, Kabupaten TTS ( 3/80.[sc name=”BACA”]

Untuk merealisasikan pembangunan SMK ini, Gubernur Viktor minta Kepala Dinas Pendidikan untuk segera menyiapkan semua persyaratan berkaitan dengan pendirian sebuah SMK.

“Pak Kadis Pendidikan, tolong siapkan semua yang berhubungan dengan pembangunan ini, siapkan anggarannya, koordinasi dengan perangkat Desa dimana lokasinya, agar tahun depan pembangunannya sudah bisa dikerjakan “, sambung Viktor Bungtilu Laiskodat.

Alasan mendasar lainnya untuk mendirikan sebuah SMK dengan jurusan pertanian dan pariwisata jelas Gubernur Viktor karena dalam perjalanan ke Desa Pusu terlihat hamparan hamparan pohon gamal dengan bunganya yang luar biasa indahnya.

“Tadi dalam perjalanan ke tempat ini, saya liat hamparan pohon gamal dengan bunganya yang luar biasa indah. Saya minta pemerintah Kabupaten bekerja sama dengan desa ini untuk buatkan festival gamal, semeriah mungkin. Siapkan seribu penari untuk menyambut tamu yang datang.Saya pastikan ini akan sangat menarik. Buat apa kita habiskan uang berjuta – juta rupiah untuk melihat bunga sakura di Jepang. Sementara di daerah kita sendiri memiliki pohon gamal yang tidak kalah indah. Bahkan lebih indah dibanding yang ada di Jepang ,” ujar Viktor Bungtilu Laiskodat.

Gubernur Viktor juga meminta untuk dibuatkan Vila dilokasi ini agar para tamu bisa bermalam. “Buatkan vila di tempat ini, agar pengunjung tidak kembali ke kota. Mereka bermalam di vila, siapkan chef (tukang masak) yang hebat, apalagi sekarang sumber air sudah dekat, kita tidak akan kesulitan lagi dalam menyiapkan sayur -sayuran”, lanjut Viktor.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Viktor juga berjanji untuk membangun sebuah SMK di desa ini. ” Sebagai gubernur saya berkomitmen untuk membangun sebuah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di desa ini, khusus jurusan Pertanian dan Pariwisata”, kata Viktor Bungtilu Laiskodat.

Dia minta agar kepala Dinas Pendidikan menyiapkan semua persyaratan berkaitan dengan pendirian sebuah SMK. “Pak kadis pendidikan, tolong siapkan semua yang berhubungan dengan pembangunan ini, siapkan anggarannya, koordinasi dengan perangkat Desa dimana lokasinya, agar tahun depan pembangunannya sudah bisa dikerjakan “, sambung Viktor Bungtilu Laiskodat.

Khusus untuk pertanian sebut Gubernur Viktor bahwa kedepan akan dibuatkan sistem informasi secara on line di seluruh NTT untuk mengetahui daerah mana yang lagi panen hasil pertaniannya.

“Kedepan akan ada sistem informasi secara on line di seluruh NTT. Pada sistem itu, akan dlilibatkan sejumlah pihak antaranya Pemprov NTT dalam ini PT Flobamor, Pemkab, Pemerintah Desa. Selain itu para tokoh agama juga dilibatkan seperti Pastor, pendeta, Imam Mesjid dan lainnya.

“ Dengan sistim ini jelas kita tahu. Daerah mana yang lagi panen apa, jumlahnya berapa. Petani petani tidak perlu lagi menjual hasil mereka sampai di kota. Nanti pihak pemerintah kabupaten yang akan membeli secara cash. Kalau pemkab tidak membelipun maka Pemprov melalui PT Flobamor yang akan membelinya”, lanjut Gubernur Viktor.

Sementara itu, Bupati TTS, Epy Tahun dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas kunjungan bapak gubernur ke tempat ini. “Saya mewakili masyarakat dan pemerintah kabupaten TTS menyampaikan terimakasih atas kunjungan Bapak Gubernur kali ini. Baru pertama kali ada seorang Gubernur yang sampai di tempat ini, bahkan terus terang saya sendiri baru pertama kali juga datang ke desa ini”, kata Epy Tahun.

Sementara itu Ketua Yayasan Pelita Kehidupan Masyarakat, Mathias Rupidara dalam laporannya mengatakan bahwa dana yang digunakan untuk pengadaan air bersih di Desa Pusu ini sebesar Rp. 103.444.500, yang sebagian besarnya disumbangkan oleh Entrust Fondation dari Australia. ( Usif).


Reporter: Usif


Comments
Loading...