Dukung RPM Malaka. Petani Desa Laleten Saluran Irigasi Weliman

14

BETUN,fokusnusatenggara.com- Dalam upaya mendukung program primadona Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran yakni Revolusi Pertanian Malaka (RPM)., Petani di Desa Laleten, Kecamatan Weliman, Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), melakukan kerja gotong royong membersihkan Saluran Irigasi Weliman.

Pantauan media di lokasi pada Minggu, 30 Agustus 2020, kegiatan pembersihan dilakukan dengan mengeruk lapisan sedimentasi saluran dan memperbaiki dinding saluran irigasi. Menurut Alexander Pah, salah satu petani Desa Laleten, kegiatan ini dilakukan rutin setiap minggunya, untuk menghadapi musim kemarau agar pasokan air kepada petani tetap memadai sampai melewati musim kemarau.

“ Kami bersihkan supaya pasokan air lancar ke areal pertanian, sehingga hasil panen bisa meningkat. Dengan adanya hasil meningkat, program RPM dari Bapak Bupati Malaka bisa terealisasi dengan baik,” ujarnya kepada wartawan, Minggu, 30 Agustus 2020.

Alexander melanjutkan, upaya ini juga atas inisiatif dari para petani dan warga sekitar. Pasalnya, jika berharap pada Petugas Pintu Air dari dinas terkait yaitu PUPR Kabupaten Malaka, Bidang Pengairan, maka saluran ini akan rusak dan tertimbun lumpur, sehingga air tersumbat dan berdampak pada produksi padi akan menurun.

“Kalau kita tunggu dari dinas, mungkin belum bisa dilakukan pembersihan. Maka itu kami inisiatif sendiri,” ujarnya.

Senada dengan Alexander, Anselmus Berek petani lainnya mengatakan, pembersihan dilakukan untuk mencegah terjadinya penumpukan sampah, sehingga tidak terjadi pendangkalan saluran yang nantinya akan menghambat aliran air menuju persawahan.

“ Sampah ini salah satu penyebab sedimentasi dan lumpur. Maka kami keruk biar airnya jalan dengan lancar,” ucapnya.

Berdasarkan pantauan media, puluhan petani Desa Laleten, Kecamatan Weliman nampak antusias, bahu membahu melakukan gotong royong. Bagi mereka, Saluran Irigasi Weliman adalah sumber mata pencaharian mereka yang sebagian besar adalah pemilik lahan persawahan. (ferdhy bria)

Comments
Loading...