Dubes Thailand Apresiasi Perkembangan Pariwisata NTT

  • Bagikan

KUPANG, fokusnusatenggara.com / 4 Juli 2019
Duta Besar (Dubes) Thailand untuk Indonesia, Songphol Sukchan memberikan apresiasi terhadap perkembangan pesat pariwisata di Nusa Tenggara Timur. Hal itu diungkapkan Songphol saat melakukan audiensi dengan Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Josef Nae Soi di ruang kerja Wagub, Rabu (3/7).

Tujuan audiensi adalah untuk bersilahturami sekaligus menjajaki kemungkinan kerjasama antara Pemerintah Thailand dengan Pemerintah Provinsi NTT. Turut mendampingi, Piyachanid Suthinont Sukchan, isteri Dubes, juga lima orang pejabat teras di Kedutaan Besar Thailand yakni Kapten Rachada Seungthawon, Atase Angkatan Laut, Tida Sukeelap, Minister Counsellor, Setthapol Pacharapasitkul, Sekretaris Pertama, Srikanya Noi-arun, Sekretaris Kedua, dan Henri Setiawan, General Affairs. Dari Pemerintah Provinsi NTT, hadir Asisten III Administrasi Umum, Kosmas Lana.

Baca Juga :  Perayaan Ekaristi Di Malaka Berjalan Normal Dengan Taat Protap Covid-19

Songphol mengaku, baru pertama kali datang ke NTT. Namun sudah tahu banyak tentang NTT karena telah menjadi salah satu destinasi pariwisata terkemuka di Indonesia.

“Bicara tentang NTT langsung terbayang Komodo, Kopi, Rumah Tradisional Sumba, spot diving beragam yang merupakan surga di bawah laut. Juga atraksi-atraksi budaya dan adat istiadat yang menarik. Kami tentu memberikan dukungan agar pariwisata NTT terus berkembang pesat,” ungkap Songphol Sukchan.

Baca Juga :  Bupati Kupang, Harus Kerja Keras Meminimalisir Stunting

Sebagai salah satu negara destinasi pariwisata kelas dunia dengan kunjungan wisatawan asing mencapai sekitar 38 juta pada tahun 2018, Dubes Songphol mengungkapkan, Pemerintah Thailand membuka diri untuk bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi NTT dalam upaya pengembangan pariwisata. Melalui Thailand International Cooperation Agency (TICA), ada beberapa pelatihan singkat dan beasiswa pendidikan bagi masyarakat dari negara lain termasuk Indonesia khususnya NTT.

“Kami menawarkan pelatihan-pelatihan di bidang pertanian, pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia. Termasuk dalam bidang tourism (pariwisata). Setiap angkatan terdiri dari 10 sampai 15 orang. Kalau NTT tertarik, kita bisa membicarakan lebih lanjut lewat MoU (Memorandum of Understanding). Sebelum ada perjanjian kerjasama ini, untuk kick off (permulaan) kami bisa fasilitasi delegasi kecil dari NTT untuk belajar singkat tentang pariwisata Thailand selama lima sampai tujuh hari. Juga kami membuka diri untuk menjadi pasar bagi kopi-kopi asal NTT,” pungkas Dubes Songphol Sukchan.

  • Bagikan