Desa Karang Indah kembali Masuk Kabupaten Sumba Barat Daya

0 67

Wetabula, fokusnusatenggara / 20 Juni 2019

Protes warga Desa Karang Indah, Kecamatan Kodi Balagar, Kabupaten Sumba Barat Daya ( SBD) yang menolak untuk bergabung dengan Kabupaten Sumba Barat akhirnya membuahkan hasil. Sengketa yang berlarut –larut sejak 2012 lalu itu akhirnya diselesaikan Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat hanya dalam waktu 2,5 jam, Kamis 20 Juni 2019.
Karena itu keputusan bersama Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat bersama Barat Daya Markus Dairo Talu dan Bupati Sumba Barat Niga Dapawole 27 Februari 2019 bahwa Desa Karang Indah yang semula menjadi wilayah admistratif Sumba Barat Daya masuk Kabupaten Sumba Barat akhirnya dibatalkan.

Hanya dalam waktu dua setengah jam, Kamis 20 Juni 2019 Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat akhirnya dapat menuntaskan aksi protes penolakan warga Desa Karang Indah.
Begitu tiba di Desa Karang Indah Gubernur Viktor yang didampingi Bupati Sumba barat Daya, Markus Dairo Talu dan Bupati Sumba Barat, Niga Dapawole, langsung disambut yel –yel kami menolak bergabung dengan Kabupaten Sumba Barat. Segera teliti ulang peta admistrasi dua Kabupaten.

Mendengar keluhan dan aksi protes masyarakat Desa Karang Indah, Gubernur Viktor meminta kepada Bupati SBD Markus dairo Talu dan Bupati Sumba barat Niga Dapawole dan beberapa tokoh masyarakat masuk kedalam kantor Desa. Secara saksama mereka meneliti ulang peta yang ada. Sekitar 20 menit kemudian Gubernur Viktor bersama dua Bupati keluar dan mengambil Mic dan mengumumkan kepada masyarakat.

“Setelah lihat peta dan berembuk didalam akhirnya kami sepakati batasnya. Hari ini juga saya tetapkan batas. Masyarakat yang ada di Desa Karang Indah tetap berada di Kabupaten SBD. Para tokoh telah putuskan. Siang ini saya akan ke Jakarta untuk lapor Pak Menteri Dalam Negeri ,” kata Gubernur disambut tepuk tangan yang gemuruh dari masyarakat Desa Karang Indah.

Karena itu Gubernur Viktor minta agar tidak boleh lama-lama. “ Mari bawa besi gali saya yang tancap di batas itu. Lihatlah, sekarang saya didampingi Bupati Sumba Barat Daya dan Bupati Sumba Barat menancapkan pilar tapal batas antara Kabupaten Sumbar dan Kabupaten Sumba Barat Daya ,” kata Viktor Bungtilu Laiskodat.
Usai prosesi di tapal batas, Gubernur VBL kembali ke bandara Tambolaka dengan Jet pribadi melanjutkan perjalanan ke Jakarta untuk melaporkan penyelesaian ini kepada Mendagri.

Menyangkut keputusan ini tokoh masyarakat Desa Karang Indah , Isak Dore Mone mengapresiasi dan berterima kasih Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat. “Ini keputusan yang sangat bijaksana dan sudah sesuai keinginan hati masyarakat selama ini. Terimakasih pak Gubernur,” kata Isak Dore Mone. ( Usif).

Comments
Loading...