Dana Desa Diperirotaskan Untuk Pertanian Dan Rumah Layak Huni

0
127
Wakil Bupati Flores Timur, Agus Payong Boli
Loading...

Kupang, fokusnusatenggara.com / 20 November 2019

Alokasi dana Desa untuk Kabupaten Flores Timur tahun 2020 mendatang sebesar Rp 176 miliar akan dialokasikan untuk bidang pertanian dan rumah layak huni.

“ Untuk tahun 2020 mendatang data alokasi desa sesuai perencanaan dari Desa, semuanya dialokasikan untuk membangun sektor pertanian dan rumah layak huni. Saat ini di Flores Timur banyak rumah masyarakat yang tidak layak huni ,” kata Wakil Bupati Flores Timur, Agus Payong Boli kepada Gatra.Com usai menerima DIPA di Kupang ( 19/11).

Dia mengatakan semua Kabupaten/kota se NTT dan Lembaga Vertikal lainnya telah mengambil DIPA dana Transfer ke Daerah dan Dana Desa di Kantor Gubernur NTT tanggal 19 Nopember 2019 yang di serahkan langsung oleh Gubernur NTT Viktor Laiskodat.

“ DIPA 2020 sudah diserahkan Pak Gubernur NTT sebesar Rp.1.031.728.708. Rinciannya Dana Perimbangan sebesar 854.782.920 dan Dana Desa sebesar Rp.176.945.708 untuk 221 Desa ,” jlas Agus Payong Boli.

Di Flores Timur tidak saja dana desa tapi juga ada dana kelurahan. Dana Desa sebesar Rp.176.945.708 diperuntukan untuk 221 desa2 Di Flores Timur selain dana kelurahan yang di atur pada pos nomenklatur lainnya.

Untuk itu dia mengingatkan kembali intruksi yang di keluarkan pasca Rapat kordinasi Para Camat dan Kades Se-NTT bersama Gubernur NTT beberapa waktu lalu. Dimana dana Desa juga Kelurahan hendaknya digunakan untuk membiayai Program kegiatan Prioritas Utama sesuai kebutuhan di Desa itu.

“Setelah Rakor dengan Gubernur NTT kami di Kabupaten Flores Timur tindaklanjuti. Kami rapat lagi dengan para Camat dan Kepala Desa dan disepakati bahwa untuk tahun 2020 mendatang dialokasikan untuk pertanian dan perumahan ,” ujar Agus Payong Boli.
Selain pertanian ujar Agus Payong Boli, bagi desa –desa yang ada potensinya untuk perikanan juga dialokasikan dana untuk itu. “ Selain pertania juga dialokasikan juga untuk perikanan bagi Desa yang ada potensinya. Para nelayan ikut diberdayakan ,” ujar Agus Payong Boli.

Sementara untuk pembangunan rumah layak huni sebut Agus Payong Boli minimal dialokasikan dananya untuk 10 rumah. “ Jadi dengan tambahan intervensi dana Kabupaten maka kami harapkan 4 tahun kedepan tidak lagi rumah tak layak huni di Flores Timur ,” ujanrnya.

Selain pertanian dan rumah layak huni yang diperioritaskan juga ada juga untuk pemberdayaan Ekonomi masyarakat Desa baik secara langsung maupun melalui BUMDes

“ Setelah itu baru untuk pendidikan ( PAUD ) dan Kesehatan khusus penanganan Stunting. Selebihnya untuk kebutuhan lainnya di sesuaikan dengan keadaan Desa setempat ,” jelas Agus Payong Boli.

Untuk memuluskan semua program ini para Camat diperintahkan untuk melakukan Monitoring Evaluasi Perencanaan supaya meminimalisir celah korupsi dan penyalagunaan lainnya.

“ Para Camat kami perintahkan untuk mengawasi dan melakukan monitoring untuk mencegah hal –hal yang tidak diinginkan. Karena belakangan ini banyak Kepala Desa dan stafnya yang terjaring kasus hokum dan saat ini tengah disidangkan di PN Tipikor Kupang ,” tutur Agus Payong Boli.

Selain itu kata Agus Payong Boli, jika ada kepala Desa dan stafnya yang tidak mampu mengelolah dana Desa dengan baik maka tidak akan dicairkan. “ Kami sudah sepekat. Jika ada Kepala Desa dan stafnya yang tidak mempau mengelolah dana sesuai program yang ada maka dana Desa nya kamai tidak cairkan ,” tutup Agus Payong Boli.


Reporter: Usif


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here