Bupati Manggarai Menjawab Isu Seputar Mutasi

0 64

RUTENG,fokusnusatenggara.com- Santernya isu seputar kebijakan mutasi di Pemkab Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), membuat Deno Kamilus, Bupati Manggarai angkat bicara. Melalui Kabag Humas Setda Manggarai, Deno Kamilus memberikan beberapa klarifikasi terkait isu mutasi yang merebak di media sosial.

Menurut Sipri Jamun, Kabag Humas Setda Manggarai, mutasi yang dilakukan secara besar-besaran tersebut, bukan dampak dari perhelatan politik, atau istilanya balas dendam. Tetapi mutasi tersebut dijalankan berdasarkan regulasi serta perubahan aturan dan tatanan susunan birokrasi yang ada.

“ Jadi saya tegaskan bahwa mutasi kali ini bukan soal balas dendam dalam politik lalu. Ini karena adanya perubahan aturan soal tata kelolah birokrasi,” jelasnya kepada wartawan siang tadi, Kamis 2 Februari 2017.

Dijelaskan Janum, adanya perubahan regulasi yakni dari PP 41/2014 ke PP 18 /2018, secara otomatis juga berpengarih pada nomenklatur sejumlah jabatan. Bahkan beberapa pejabat tidak mengalami pergeseran, hanya dikukuhkan kembali berdasarkan nomenklatur yang ada.

“ Atas aturan tersebut, maka ada 400 pejabat yang dilantik. Sebagian besar hanya dikukuhkan, selebihnya alami pergeseran karenaperubahan nomenklatur,” ungkapnya.

Menanggapi hal ini, mantan calon Bupati Manggarai, Hery Nabit, juga mengkritisi perombakan dan mutasi pejabat ASN adalah langkah mundur birokrasi di Manggarai. Bahkan Nabit mengklaim bahwa manggarai memasuki periode paling brutal dalam sejarah birokrasi.

 “ Inilah periode paling brutal dalam sejarah birokrasi Manggarai, ketika seseorang  dengan posisi staf sekalipun harus merasakan pahitnya beda pilihan politik, dengan alasan penyegaran birokrasi, serta kompetensi,” katanya.

Laporan : Bert Mafera

Comments
Loading...