Bupati Malaka Angkat Bicara Terkait Kasus Kades Motaain

0 691

BETUN,fokusnusatenggara.com- Polemik soal sikap arogansi dan dugaan korupsi yang dilakukan Kepala Desa Motaain, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Salomon Leki, akhirnya membuat Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran, angkat bicara.

Menurut Bupati Malaka yang kerap disapa SBS ini, kendati persoalan tersebut sudah ditangani Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa ( PMD) Kabupaten Malaka, bahkan oleh Dinas PMD sudah diberikan teguran tertulis, Bupati SBS menilai persoalan ini belum selesai.

Menurutnya, persoalan ini harus dilakukan pemeriksaan ulang oleh Aparat Pemeriksa Internal Pemerintah atau (APIP), guna mendapatkan kepastian soal tingkat kesalahan dan hukuman yang akan diberikan.

“Saya sudah dapat laporan dari Kadis PMD dan wartawan sudah tulis bilang ending, tetapi itu belum ending. Saya minta (APIP, Red) periksa ulang. Kenapa dia berani buat begitu,” tegas SBS kepada wartawan, Selasa, 7 Juli 2020 pagi.

Terkait sanksi yang bakal diberikan kepada Kepala Desa Motaain, ungkap SBS, sanksi akan diberikan sesuai dengan tingkat kesalahan yang telah dilakukan, tentu dengan mengacu pada peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Nanti kita lihat hasil pemeriksaannya. Kalau terbukti bersalah tentu kita akan beri sanksi tegas sesuai peraturan yabg berlaku,” ungkapnya.

Bupati menambahkkan, tindakan memberhentikan dan mengangkat BPD yang sudah dilakukan di Desa Motaain adalah tindakan inkkonstitusional karena sesuai dengan peraturan yang berlaku, pengangkatan dan pemberhentian BPD harus diresmikan dengan Surat Keputusan (SK) Bupati.

“BPD bukan anak buahnya Kades, apalagi sewenang-wenang memberhentikan BPD padahal bukan wewenangnya, ini sangat berbahaya dalam penyelenggaraan pemerintahan Desa,” tegas Bria Seran.

Namun demikian, tandasnya, dalam negara hukum, azas praduga tak bersalah harus tetap dipegang teguh. Artinya, ada tahapan-tahapan yang harus dilalui sebelum memvonis seseorang bersalah dan dihukum.

Sebelumnya diberitakan, Kepala Desa Motaain di Kecamatan Malaka Barat, Salomon Leki diduga memberhentikan Ketua dan Mantan Sekretaris BPD desa tersebut pada tahun 2018.

Kemarin, Senin  Juli 2020, Kepala Dinas PMD telah memanggil dan memberikan teguran keras kepada Kades Salomon dan memutuskan bahwa BPD yang telah diresmikan dengan SK Bupati Malaka tetap syah dan aktif hingga berakhir masa jabatan yang ditetapkan dalam SK Bupati tersebut. (*/fatur)

Comments
Loading...